Dana Desa Dipangkas 63 Persen, Desa Randupitu Pasuruan Siapkan 5 Program Prioritas

Berita31 Dilihat

PASURUAN, TRETAN.news Pemerintah Desa Randupitu menetapkan lima program pembangunan prioritas pada Musrenbangdes di Balai Desa Randupitu, Senin (3/8/2026).

​Penetapan program prioritas ini menjadi penunjuk arah pembangunan desa sekaligus jawaban atas tantangan efisiensi anggaran pemerintah desa.

​Lima program prioritas tersebut meliputi relokasi Kantor Desa dan pengembangan destinasi wisata Kedungprenteng.

​Selain itu, Pemdes Randupitu memfokuskan penguatan Batik Sekarandu, inovasi pengelolaan sampah, ketahanan pangan, serta percepatan digitalisasi desa.

​Mendorong Ekonomi dan Layanan Terpadu

​Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, menyatakan program dirancang untuk memenuhi kebutuhan warga dan memicu pertumbuhan ekonomi.

​”Inovasi bidang pengelolaan sampah dan ketahanan pangan kami kembangkan agar memberikan nilai ekonomi bagi warga,” ujar Fuad.

​Pemdes Randupitu juga berencana membangun pusat pelayanan masyarakat yang terintegrasi di satu kawasan khusus.

​Kawasan ini akan menggabungkan layanan administrasi, pendidikan, olahraga, hingga pusat pengembangan UMKM desa.

​”Konsep ini memudahkan warga mengakses layanan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi desa,” kata Fuad menjelaskan.

​Efisiensi Dana Desa untuk KDMP

​Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, mengingatkan tantangan berat desa akibat kebijakan efisiensi.

​Ia menyebut sebagian besar anggaran Dana Desa kini teralokasi untuk mendukung Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

​”Dana Desa dipotong sekitar 63 persen untuk KDMP dan kebijakan ini berjalan selama enam tahun,” ungkap Samsul.

​Samsul meminta pemerintah desa tetap optimistis dan memasukkan seluruh usulan pembangunan ke Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

​”Apa pun usulan yang diperjuangkan harus diunggah ke SIPD sesuai kewenangan desa atau kabupaten,” tegas Samsul.

​Dorong Kolaborasi Pembangunan

​Dukungan juga datang dari Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Nik Sugiharti.

​Nik mengapresiasi kinerja Pemdes Randupitu yang tetap produktif di tengah keterbatasan kondisi fiskal daerah.

​”Meskipun kondisi fiskal terbatas, pemerintahan desa berjalan baik dan UMKM terus berkembang pesat,” tutur Nik.

​Ia mengajak seluruh pihak menjalin komunikasi terbuka dengan DPRD tanpa memandang perbedaan latar belakang partai politik.

​”Buka ruang komunikasi dengan semua anggota dewan demi mengawal usulan pembangunan desa,” pungkas Nik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *