Sawah di Kedungdung Sampang Keluarkan Suara Gemuruh Dari Dalam Tanah

Berita, Peristiwa95 Dilihat

SAMPANG | Tretan.news — Lahan sawah di Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, mengeluarkan suara gemuruh yang diduga bersumber dari dalam tanah.

BPBD Kabupaten Sampang bersama Wakil Ketua DPRD Sampang dan Dinas PUPR mendatangi lokasi, Senin (3/8/2026).

Kedatangan petugas berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB untuk melakukan penanganan awal terhadap fenomena tersebut.

Lahan yang mengalami fenomena itu merupakan tanah percaton yang sedang digarap warga. Fenomena suara gemuruh tersebut kemudian viral di media sosial.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrohman, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Muhammad Hosin, mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi dengan instansi teknis guna memastikan penyebab munculnya suara gemuruh dari dalam tanah.

“Kami telah melakukan survei lokasi bersama pihak terkait. Selanjutnya akan dilakukan kajian dan koordinasi dengan instansi teknis agar penyebab fenomena ini dapat di ketahui secara ilmiah sehingga masyarakat memperoleh kepastian informasi,”ungkapnya kepada awak media

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Muhammad Hosin mengatakan, fenomena itu bukan kali pertama terjadi.

Foto : BPBD Kabupaten Sampang bersama Wakil Ketua DPRD Sampang dan Dinas PUPR mendatangi lokasi (Mam)

“Fenomena tersebut sudah berlangsung sejak dulu, namun terkadang hilang kemudian muncul kembali,” kata Muhammad Hosin.

Selain suara gemuruh, petugas juga menemukan fenomena lain ketika sawah dalam kondisi tergenang air.

“Pada saat sawah tergenang air, muncul gelembung-gelembung udara beberapa waktu, kemudian hilang,” ujarnya.

Lahan tersebut diketahui sedang digarap Sadiri, 50, dan Agusyanto, 30. Keduanya merupakan warga Dusun Pelampean, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sampang, Moh. Iqbal Fathoni, meminta pemerintah bergerak cepat melakukan penelitian agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kami meminta agar fenomena ini segera diteliti secara menyeluruh. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, sehingga hasil kajian dari pihak berwenang nantinya dapat memberikan kepastian sekaligus menghindari spekulasi yang berkembang,” tegasnya.

Petugas kemudian melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti kondisi di lahan sawah tersebut.

Hingga saat ini, BPBD Sampang belum menyampaikan penyebab suara gemuruh dan munculnya gelembung udara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *