Dinamika Bantuan Rp2 Miliar, Bang Ali: Ini Hanya Miskomunikasi, Beliau Adalah Guru Saya

Berita, Sosial, Tokoh183 Dilihat

SURABAYA, Tretan.News Founder Yayasan Bani Insan Peduli (BIP), Ali Zainal Abidin, memberikan klarifikasi terkait dinamika penyaluran bantuan sosial untuk Griya Lansia Malang dan Griya Yatim Sidoarjo. Klarifikasi tersebut disampaikan dalam agenda silaturahmi bersama awak media di Surabaya, pada Minggu (12/7/2026).

Ali menyampaikan bahwa Yayasan Bani Insan Peduli tidak pernah memiliki niat membatalkan bantuan senilai Rp2 miliar yang sebelumnya direncanakan melalui program BIP Tour Jatim. Menurutnya, dinamika yang terjadi dipicu adanya perbedaan pemahaman mengenai standar operasional prosedur (SOP) dalam penyaluran bantuan.

“Selama ini tidak ada satupun komunikasi dari kami untuk membatalkan bantuan yang sudah diberikan. Namun, dari pihak Griya Lansia sendiri yang meminta bantuan tersebut dibatalkan karena menganggap ada ketidaksesuaian SOP (Standar Operasional Prosedur),” kata Ali kepada awak media.

Jelaskan SOP Pencantuman Nama

Ali menjelaskan, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam proses penyaluran bantuan adalah pencantuman nama pada fasilitas yang dibangun atau didukung sepenuhnya oleh Yayasan Bani Insan Peduli. Ia mengatakan, ketentuan tersebut merupakan kebijakan internal yayasan.

Menurut Ali, penggunaan nama almarhumah ibundanya dan almarhum ayahandanya merupakan bentuk penghormatan sekaligus bakti seorang anak kepada orang tua.

“Salahkah saya jika menyarankan nama mendiang ibunda dan ayahanda pada beberapa tempat yang kami bantu sepenuhnya? Karena ini adalah bagian dari bakti saya sebagai seorang anak. BANI itu sendiri artinya Bakti Anak Nurani Ibu,” ungkapnya.

Ali menambahkan, bantuan Rp2 miliar tersebut sejak awal dirancang untuk disalurkan secara bertahap, baik dalam bentuk dana maupun barang sesuai kebutuhan lembaga penerima. Ia mengaku terkejut ketika menerima permintaan nomor rekening BIP dari pihak yayasan penerima bantuan.

“Tidak ada angin dan tidak ada hujan, meminta nomor rekening ke saya. Tentu ini menjadi pertanyaan besar bagi saya,” kata pria yang akrab disapa Bang Ali tersebut.

Ajak Relawan Tetap Fokus pada Misi Kemanusiaan

Meski sempat terjadi perbedaan pemahaman, Ali meminta seluruh relawan Yayasan Bani Insan Peduli tetap menjaga kondusivitas serta tidak memperpanjang polemik di ruang publik.

Ia berharap seluruh relawan tetap fokus menjalankan kegiatan sosial dan kemanusiaan yang selama ini menjadi komitmen yayasan.

Ali juga menegaskan tetap menaruh rasa hormat kepada Ketua Yayasan Griya Lansia, Arif Camra, yang menurutnya merupakan sosok guru.

“Bapak Arif itu guru saya, saya perlu banyak belajar kepada beliau. Hanya ada sedikit miskomunikasi saja. Harapan kami, jika sebuah program sudah dibantu sepenuhnya, kiranya tidak perlu lagi membuka donasi terbuka untuk hal yang sama,” tuturnya.

Di akhir keterangannya, Ali mengatakan pintu silaturahmi dan komunikasi dengan pengelola Griya Lansia Malang tetap diupayakan berjalan baik demi kepentingan para lansia dan anak yatim yang mendapatkan pembinaan.

Adapun kebijakan penggunaan nama mendiang orang tuanya juga telah diterapkan pada sejumlah fasilitas sosial yang dibangun atau didukung penuh oleh Yayasan Bani Insan Peduli di berbagai daerah, yaitu:

• Istana Tahfidz Ainun Bani, Majalengka.

• Dapur Ainun, Cirebon.

• Asrama Tahfidz Ainun Bani, Pacet, Sidoarjo.

• Masjid BANI, Lamongan.

• Asrama Umar Syarif, Wonoagung Pondok Rimba.

• Mushalla Ainun Bani, Badur, Sumenep. (*)

 

Bang Ali memberikan klarifikasi terkait bantuan sosial Rp2 miliar BIP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *