Jakarta Utara, tretan.news – Pagi di kawasan Jakarta Utara itu belum benar-benar sibuk ketika aktivitas mulai bergerak di halaman Yayasan Al Akbar. Suara takbir bercampur dengan bunyi kendaraan yang melintas dari jalan utama.
Sejumlah panitia terlihat mondar-mandir membawa perlengkapan, sementara warga mulai berdatangan sejak pagi.
Sejumlah panitia terlihat mondar-mandir membawa perlengkapan, sementara warga mulai berdatangan sejak pagi.
Di tengah situasi ekonomi yang belum benar-benar stabil, DPW LDII Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar kegiatan Tebar Kurban 1447 Hijriah, Rabu (27/6/2026).
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya berbagi sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat perkotaan.
Bukan sekadar seremoni tahunan, kegiatan tersebut juga menghadirkan pesan sosial di tengah kerasnya kehidupan ibu kota.
Kurban Jadi Bentuk Kepedulian di Tengah Tekanan Hidup Kota
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, turut hadir bersama jajaran dinas terkait.
Dalam sambutannya, ia mengapresiasi konsistensi LDII yang terus menjalankan program Tebar Kurban setiap tahun.
“Kami dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi sekali kegiatan tebar kurban yang secara rutin dilaksanakan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) DPW Provinsi DKI Jakarta,” ujar Hasudungan.
Menurutnya, distribusi hewan kurban memiliki dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam pemerataan konsumsi protein hewani di Jakarta.
“Ini sangat berpengaruh terhadap pemerataan konsumsi protein hewani dan juga meningkatkan ketahanan pangan di masyarakat Jakarta,” lanjutnya.
Di lokasi kegiatan, panitia tampak sibuk memastikan proses pemotongan berjalan tertib dan higienis. Beberapa petugas memeriksa kondisi hewan sebelum penyembelihan berlangsung. Aktivitas berlangsung cepat, namun tetap teratur.
Pengawasan Ketat Dilakukan Demi Daging Kurban yang Aman
Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta juga ikut mengawasi proses kurban mulai sebelum penyembelihan hingga distribusi daging kepada masyarakat.
Hasudungan menjelaskan, pengawasan dilakukan agar daging yang dibagikan benar-benar memenuhi standar kesehatan pangan dan sesuai syariat Islam.
“Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta juga mengawasi kegiatan pemotongan hewan kurban mulai dari antemortem sebelum dipotong hingga setelah dipotong untuk memastikan kesehatan dagingnya. Kami berharap daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat benar-benar aman, sehat, utuh, dan halal,” jelasnya.
Selain pengawasan langsung di lapangan, Dinas KPKP juga menggandeng LDII melalui edukasi dan webinar terkait tata cara penyembelihan hewan kurban yang higienis.
Semangat Warga Tetap Bertahan Meski Ekonomi Belum Pulih
Wakil Ketua DPW LDII Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Ied, mengatakan kegiatan Tebar Kurban 1447 H berlangsung serentak di seluruh DPD kota pada lima wilayah administrasi DKI Jakarta.
Menurutnya, kegiatan itu bukan hanya soal ibadah, tetapi juga bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.
“Dengan adanya kegiatan tebar kurban di Provinsi DKI Jakarta, kami berharap dapat menghadirkan kepedulian sesama, khususnya di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia mengakui kondisi ekonomi saat ini masih menjadi tantangan bagi banyak masyarakat. Namun semangat berbagi, kata dia, tetap tumbuh di tengah warga.
“Alhamdulillah, walaupun kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja, kegiatan tebar kurban ini tetap dapat terlaksana dengan baik. Kami berharap manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya di lingkungan sekitar,” tambahnya.
Dari Halaman Yayasan, Pesan Kepedulian Itu Menyebar
Siang mulai turun di Jakarta Utara ketika proses pembagian daging kurban berjalan satu per satu. Warga datang membawa kantong sederhana.
Panitia memanggil nama penerima dengan tertib. Di tengah hiruk-pikuk kota yang bergerak cepat, suasana hangat itu terasa sederhana namun membekas.
Tebar Kurban 1447 H bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban. Di balik antrean warga dan kerja cepat panitia, ada pesan tentang kepedulian yang terus hidup di tengah tekanan ekonomi kota besar.
Dari halaman Yayasan Al Akbar, semangat berbagi itu kembali bergerak pelan, nyata, dan menyentuh masyarakat yang masih berjuang menghadapi kerasnya kehidupan urban.







