Silaturahmi ke Ponpes Tertua, Kajari Sampang Serap Nilai dan Kearifan Madura

Berita, Religi142 Dilihat

SAMPANG | Tretan.news – Upaya mempererat hubungan dengan tokoh agama terus dilakukan Kepala Kejaksaan Negeri Sampang, Mochamad Iqbal. Bersama sejumlah staf, ia melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Haramain Duwe Pote yang berada di Jalan Jamaludin, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Rabu (13/05/2026).

Kedatangan rombongan Kejari Sampang disambut langsung oleh dua pengasuh pondok yang juga saudara kembar, yakni KH. Izzat Makki Hasan Iraqie dan KH. Midhat Madani Hasan Iraqie. Pertemuan berlangsung santai namun sarat makna dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.

Dalam kesempatan tersebut, Mochamad Iqbal memperkenalkan diri sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Sampang yang baru bertugas. Ia juga menegaskan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang harmonis dengan para alim ulama sebagai bagian dari pendekatan sosial dalam penegakan hukum.

Menurutnya, silaturahmi dengan tokoh agama menjadi langkah penting untuk memahami karakter masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Sampang yang dikenal kuat dengan kultur religius dan keberadaan para ulama berpengaruh.

“Alhamdulillah kami diterima dengan sangat baik. Banyak wejangan dan ilmu yang kami dapat dari para ulama di Sampang,” ujar Mochamad Iqbal.

Ia mengaku bangga dapat berkunjung ke salah satu pondok pesantren tertua di Kabupaten Sampang. Baginya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formal, melainkan momentum membangun sinergi demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan menjunjung tinggi nilai keadilan.

Silaturahmi ke Ponpes Tertua, Kajari Sampang Serap Nilai dan Kearifan Madura

Iqbal juga menilai para alim ulama memiliki peran strategis dalam menjaga moralitas, memperkuat persatuan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Penegakan hukum tidak cukup hanya berbicara aturan dan proses hukum. Dibutuhkan pendekatan budaya, sosial, dan moral dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk para ulama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Kejaksaan Negeri Sampang berkomitmen menghadirkan penegakan hukum yang humanis dan berintegritas melalui komunikasi aktif dengan tokoh masyarakat maupun tokoh agama.

“Sinergi antara aparat penegak hukum dan ulama sangat penting agar penegakan hukum benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, KH. Izzat Makki Hasan Iraqie menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kajari Sampang beserta jajaran. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk kedekatan aparat penegak hukum dengan masyarakat dan tokoh agama.

“Kami menyambut baik silaturahmi ini. Semoga hubungan baik antara ulama dan aparat penegak hukum terus terjalin demi terciptanya suasana daerah yang kondusif dan penuh kebersamaan,” tuturnya.

Menurut KH. Izzat, pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya menjaga persatuan, memperkuat moral masyarakat, serta menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan.

Ia berharap komunikasi yang terus terbangun antara Kejaksaan Negeri Sampang dan para ulama mampu memperkuat kesadaran hukum masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai religius dan budaya lokal.

Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis tersebut, Kabupaten Sampang diharapkan tetap menjadi daerah yang religius, aman, serta menjunjung tinggi integritas dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *