Berbekal Isyarat Tangan, Polisi Torjun Antar Bocah Tersesat Hingga ke Tujuan : Ini Alamatnya

Berita, Sosial87 Dilihat

SAMPANG | Tretan.News – Rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh aparat kepolisian bersama warga dalam menangani situasi darurat yang melibatkan seorang anak berkebutuhan khusus di wilayah Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang.

Seorang bocah laki-laki bernama Fian (sekitar 8 tahun), warga Desa Bajrasokah, Kecamatan Kedungdung, sempat membuat khawatir warga setelah ditemukan dalam kondisi kebingungan dan menangis di pinggir jalan pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Kondisi Fian yang tidak dapat berbicara (tunawicara) membuat proses komunikasi menjadi tidak mudah. Ia tidak mampu menyampaikan alamat maupun tujuan perjalanannya secara lisan. Namun, melalui bahasa isyarat sederhana, anak tersebut berusaha memberi petunjuk arah kepada orang di sekitarnya.

Warga yang pertama kali menemukan Fian, Abd Azis, asal Desa Krampon, Kecamatan Torjun, memilih tidak mengambil risiko. Ia segera membawa bocah tersebut ke Mapolsek Torjun agar mendapatkan penanganan yang lebih aman.

“Anaknya terlihat bingung dan menangis di jalan, jadi saya khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” ujar Abd Azis.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Fian diketahui berangkat seorang diri menggunakan sepeda ontel berwarna merah dari rumahnya di Desa Bajrasokah. Ia diduga hendak menuju rumah pamannya, Ahmadi (40), yang berada di Dusun Taman, Desa Taman, Kecamatan Jrengik.

Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Polsek Torjun langsung mengambil langkah cepat. Dengan pendekatan humanis, petugas berupaya memahami isyarat yang diberikan Fian untuk menelusuri arah yang dimaksud.

“Kami berusaha mengikuti petunjuk dari gerakan tangan anak tersebut untuk menemukan alamat tujuannya,” ungkap salah satu anggota Polsek Torjun.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 16.00 WIB, petugas berhasil mengantarkan Fian ke rumah pamannya dalam kondisi selamat. Kehadiran polisi disambut lega oleh pihak keluarga yang sebelumnya tidak mengetahui keberadaan anak tersebut.

Selanjutnya, keluarga segera menghubungi nenek Fian yang berada di Desa Bajrasokah untuk memastikan kondisi cucunya.

Peristiwa ini menjadi gambaran nyata pentingnya kepedulian lingkungan serta sinergi antara masyarakat dan aparat kepolisian dalam menjaga keselamatan, terutama bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan dan membutuhkan perhatian khusus.

“Ini bentuk kepedulian bersama, agar anak-anak seperti Fian tetap aman dan terlindungi,” tutup petugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *