Lebaran AJIB: Silaturahmi Jurnalis, Mempererat Solidaritas Pers Bangkalan

Berita, Sosial75 Dilihat

BANGKALAN, tretan.news — Aroma bebek goreng mengepul hangat di Cafe Bebek Aini, Embong Kembar, Bangkalan. Senin sore, 30 Maret 2026, suasana berbeda dari hari-hari biasa tawa akrab, jabat tangan erat, dan ucapan minal aidzin walfaidzin mengisi setiap sudut ruangan.

Aliansi Jurnalis Independen Bangkalan atau yang akrab disebut AJIB menggelar halal bihalal dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Bukan sekadar makan bersama dan saling bermaaf-maafan. Di balik momen itu tersimpan pesan yang jauh lebih dalam, meneguhkan kembali komitmen para jurnalis Bangkalan sebagai pilar keadilan sosial bagi masyarakat.

Satu Meja, Sepuluh Media

Yang membuat pertemuan ini istimewa adalah komposisi pesertanya.

Hadir dalam acara tersebut pengurus inti komunitas AJIB mulai dari pembina, ketua, sekretaris hingga perwakilan dari sepuluh media berbeda yang tergabung dalam komunitas ini. Cetak, online, elektronik semua duduk semeja, mencairkan jarak yang selama ini mungkin hanya terhubung lewat grup WhatsApp dan tenggat berita.

Silaturahmi Lebaran menjadi jembatan yang mempertemukan mereka tidak hanya sebagai rekan kerja, tetapi sebagai satu keluarga besar pers Bangkalan.

Ruslan: Jaga Nama Baik AJIB di Lapangan

Ketua komunitas AJIB, M. Ruslan, membuka sambutannya dengan nada penuh harap sekaligus tegas.

“Saya berharap sekaligus mengimbau kepada seluruh anggota AJIB agar bisa menjaga nama baik komunitas dalam menjalankan tugas sebagai jurnalis di lapangan,” ujarnya di hadapan seluruh anggota yang hadir.

Bagi Ruslan, menjaga nama baik bukan sekadar soal citra organisasi. Ia menyentuh hal yang lebih fundamental integritas profesi.

“Hal tersebut wajib, untuk memperhatikan dan memahami tugas pokok dan fungsi serta kode etik sebagai jurnalis,” tegasnya.

Ruslan juga menekankan pentingnya kekompakan internal. Kepercayaan dan komunikasi yang terjaga antar anggota, menurutnya, adalah fondasi yang tidak bisa diabaikan.

“Kita juga menjaga hubungan baik dengan semua komunitas wartawan yang ada di Kabupaten Bangkalan. Sekali lagi saya tegaskan, jaga nama baik AJIB,” pungkasnya, sebelum menutup sambutan dengan salam Lebaran yang hangat. “Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin.”

H. Hasyim: Solidaritas adalah Kekuatan

Penasehat AJIB, H. Hasyim, menyambung dengan pesan yang tak kalah penting.

Bagi H. Hasyim, keberagaman media yang tergabung dalam AJIB justru adalah kekuatan bukan hambatan. Cetak, online, dan elektronik, bila berjalan beriringan dengan solid, akan membentuk ekosistem pers daerah yang sehat dan terpercaya.

“Melalui interaksi dan kerja sama yang solid, kita dapat memperkuat rekan-rekan wartawan dalam menjalankan tugas menyampaikan informasi kepada masyarakat,” kata H. Hasyim.

Ia juga mendorong agar AJIB tidak hanya menjadi wadah identitas, tetapi ruang tumbuh bersama, tempat bertukar ide, mendiskusikan tantangan lapangan, dan menemukan solusi atas persoalan liputan yang kian kompleks di era digital ini.

Lebaran sebagai Titik Awal, Bukan Sekadar Penutup Tahun

Halal bihalal ini sejatinya bukan sekadar tradisi tahunan yang dijalankan karena kebiasaan.

Bagi komunitas AJIB, momentum Lebaran menjadi titik awal untuk memperbaharui semangat, mempererat barisan, dan kembali ke jalur yang benar sebagai jurnalis: melayani kebenaran dan keadilan bagi masyarakat, bukan kepentingan lain.

Di tengah tantangan pers daerah yang semakin berat dari tekanan ekonomi hingga derasnya arus informasi palsu solidaritas komunitas seperti AJIB bukan kemewahan. Ia adalah kebutuhan.

Dan sore itu, di antara aroma bebek goreng dan canda hangat sesama jurnalis Bangkalan, semangat itu kembali menyala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *