SURABAYA, tretan.news – Suasana sore di kawasan Jalan Trunojoyo, Kecamatan Tegalsari, mendadak berubah tegang pada Rabu (11/3) setelah asap tebal terlihat keluar dari rumah praktik milik Puruhito, mantan Rektor Universitas Airlangga periode 2001–2006.
Rumah yang juga difungsikan sebagai tempat praktik dokter itu dilaporkan terbakar sekitar pukul 15.15 WIB. Dugaan sementara, api dipicu oleh korsleting listrik—sebuah penyebab klasik yang sering kali datang tanpa undangan.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, M. Rokhim, menjelaskan bahwa laporan kebakaran segera ditindaklanjuti dengan pengerahan sejumlah armada pemadam.
“Laporan kami terima pukul 15.15 WIB. Untuk penanganan, kami mengerahkan tujuh unit mobil pemadam dan lima unit kendaraan rescue dari beberapa pos,” ujar Rokhim.
Armada tersebut datang dari Pos Grudo, Rayon 1 Pasar Turi, Pos TVRI, Posko Taktis Joyoboyo, hingga Pos Menur. Seperti biasa, pasukan berbaju merah ini bergerak cepat—karena api, seperti kabar panas di ruang publik, jarang mau menunggu lama.
Menurut Rokhim, api utama berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.08 WIB. Namun petugas masih melakukan proses pembasahan hingga pukul 17.21 WIB guna memastikan tidak ada bara tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Bangunan rumah berukuran sekitar 15 x 15 meter itu tidak sepenuhnya hangus. Area yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar 4 x 5 meter, terutama pada bagian ruang kerja dan musala.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Tiga orang penghuni rumah yang berada di dalam bangunan berhasil keluar sebelum api membesar.
“Korban jiwa nihil. Tiga penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri,” kata Rokhim.
Sosok Prof. Puruhito sendiri dikenal luas sebagai dokter spesialis bedah jantung sekaligus akademisi senior. Selain pernah memimpin Universitas Airlangga, ia juga aktif menyuarakan berbagai isu di dunia kedokteran, mulai dari distribusi dokter spesialis hingga polemik kebijakan tenaga medis asing di Indonesia.
Peristiwa ini pun menjadi pengingat bahwa di balik rumah-rumah besar dan gelar akademik yang panjang, bahaya korsleting listrik tetaplah musuh yang sama diam, tiba-tiba, dan sering kali baru disadari ketika asap sudah lebih dulu berbicara.








