BALI | Tretan.news – Organisasi Masyarakat (Ormas) Madura yang tergabung dalam organisasi Madura Asli Sedarah (Madas Sedarah) terus memperkuat eksistensinya di berbagai daerah. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Madas Sedarah menggelar silaturahmi sekaligus menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Bali, Sabtu (7/3/2026) sore.
Kegiatan yang dirangkai dengan tasyakuran dan buka puasa bersama itu berlangsung di Gedung Serbaguna Yayasan Wadah Silaturahmi, Jalan Pidada IV No.12, Br. Sedana Mertha, Ubung, Denpasar, Bali.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pengurus pusat, pengurus DPD, seluruh pengurus DPC Madas Sedarah, kepala yayasan, tokoh masyarakat Madura di Bali, serta sejumlah sesepuh Madura yang telah lama menetap di Pulau Dewata. Turut hadir pula Ketua Madas Nusantara Bali bersama masyarakat Madura setempat.
Ketua Umum Madas Sedarah, Taufik, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat persatuan warga Madura di perantauan.
“Kegiatan ini bukan hanya seremonial. Ada agenda penting yaitu mempererat silaturahmi sekaligus menyerahkan SK kepada pengurus DPD Bali agar organisasi ini semakin berkembang,” ujar Taufik kepada awak media.
Ia menjelaskan, pembentukan dan penguatan struktur organisasi di Bali merupakan bagian dari upaya melebarkan sayap Madas Sedarah hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Misi penting kami adalah membangun silaturahmi sekaligus memperkuat organisasi dengan penyerahan SK kepada DPD Bali Madas Sedarah,” ungkap pria yang akrab disapa Bung Taufik tersebut.
Selain itu, pihaknya juga ingin menjalin hubungan yang lebih erat dengan para tokoh Madura yang ada di Bali agar dapat bersinergi dalam menjaga nilai-nilai luhur masyarakat Madura.
“Kami ingin bersilaturahmi dengan para tokoh Madura di Bali dan mengajak mereka bersinergi untuk menjunjung tinggi nilai-nilai orang Madura. Di manapun berada, orang Madura tetap memiliki jati diri yang sama,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan Madas Sedarah diharapkan dapat menjadi wadah aspirasi, koordinasi, serta tempat mempererat persaudaraan warga Madura di perantauan.

“Kami berharap Madas Sedarah bisa menjadi lumbung aspirasi bagi masyarakat Madura, tempat berkumpul, berkoordinasi, dan mempererat silaturahmi,” tambahnya.
Taufik juga mengajak seluruh warga Madura, khususnya yang berada di Pulau Bali, untuk ikut bergabung dan memperkuat organisasi tersebut.
“Kami mengajak seluruh warga Madura di Bali untuk bersama-sama membangun kepercayaan dan menjadikan Madas Sedarah sebagai wadah aspirasi masyarakat Madura,” katanya.
Ia berharap agenda pelantikan dan deklarasi pengurus yang akan datang dapat digelar secara meriah dan spektakuler dengan melibatkan seluruh elemen warga Madura di Bali.
“Kami berharap nanti deklarasi dan pelantikannya bisa digelar lebih spektakuler, bahkan jika memungkinkan dibarengkan dengan pelantikan dua DPC sekaligus di Bali,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Taufik juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan persaudaraan di manapun warga Madura berada.
“Mari kita junjung tinggi martabat orang Madura. Dimanapun kita berpijak, kita harus tetap menjaga adab dan etika serta menghindari pertikaian. Kita harus tetap bergandengan tangan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Madas Sedarah Bali, Sadik Aibana, menyatakan komitmennya untuk mengembangkan organisasi tersebut di Pulau Bali.
“Kami akan terus melebarkan sayap Madas Sedarah di Bali. Dengan restu dari Ketua Umum, kami siap menancapkan bendera Madas Sedarah di Pulau Bali,” ujarnya.
Terkait rencana deklarasi dan pelantikan pengurus, Sadik mengatakan saat ini masih dalam tahap persiapan, mengingat waktunya berdekatan dengan bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
“Kami belum bisa memastikan waktunya karena cukup dekat dengan Lebaran, namun insyaallah dalam waktu dekat deklarasi akan segera digelar dengan meriah,” pungkasnya.
Menariknya, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan pencak silat khas Madura yang dibawakan oleh pengurus Madas Sedarah, Syamsul Hasani, asal Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura.
Aksi seni bela diri tersebut sukses menghipnotis para tamu undangan dan warga Madura yang hadir. Bahkan, penampilan itu mendapat sambutan meriah dan saweran dari para penonton yang terpukau dengan atraksi pencak silat tersebut.







