SAMPANG, Tretan.News – Kisah pilu dua nenek bersaudara yang menjalani masa tua dalam keterbatasan di Dusun Lenteng Barat, Desa Nyiloh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, akhirnya mengetuk nurani banyak pihak. Potret kehidupan mereka yang mengiris hati itu sempat viral dan menyedot perhatian publik.
Merespons kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sampang bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sampang turun langsung ke lokasi untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako dan santunan uang tunai kepada kedua lansia tersebut.
Selama ini, dua nenek bersaudara itu diketahui hidup dalam kondisi serba kekurangan dan menempati rumah sederhana yang jauh dari kata layak huni. Viral-nya kisah mereka menjadi pemantik kepedulian lintas sektor, sehingga mendorong pemerintah daerah dan Baznas bergerak cepat memberikan perlindungan sosial.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung di kediaman kedua nenek. Dinsos dan Baznas Sampang turut didampingi unsur Muspika Kecamatan Kedungdung, Puskesmas banjar untuk membantu mengecek kesehatan Ibu musdhija
Tak hanya itu pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Kedungdung, serta Kepala Tim Kabupaten (Katimkab) PKH Sampang serta pihak desa guna memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran.
Usai menyerahkan bantuan Erwin elmi syahrial, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial melalui Zainal Fatah selaku Analis Kebijakan Muda, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap persoalan sosial yang dialami warganya, khususnya lansia yang hidup dalam keterbatasan.
“Kami langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dan melihat kondisi di lapangan. Ini merupakan wujud kehadiran pemerintah bagi warga yang membutuhkan, terutama lansia yang rentan secara sosial dan ekonomi,” ujarnya.
Tak berhenti pada penyaluran bantuan awal, pendamping PKH bersama Katimkab PKH Sampang juga melakukan pendataan lanjutan.

Pemerintah memastikan kedua nenek bersaudara tersebut masuk dalam kategori desil 1 dan telah diajukan sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) serta bantuan sembako, guna mendapatkan pendampingan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Sampang, Drs. K.H. Abd. Rouf Al-Hitami, menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan amanah masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Baznas untuk disalurkan kepada mustahik.
“Baznas menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta untuk dua nenek bersaudara tersebut. Bantuan ini bersumber dari dana zakat masyarakat dan diperuntukkan bagi warga yang benar-benar membutuhkan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan mengupayakan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Namun, setelah dilakukan koordinasi dan mempertimbangkan status tanah yang belum memungkinkan, Baznas bersama perangkat desa sepakat memberikan santunan tunai mustahik secara rutin setiap bulan, mengingat kedua nenek tersebut tidak memiliki ahli waris.
Ia juga menyebutkan bahwa setiap bulan nya akan mendapatkan bantuan dari baznas Sampang sebesar kisaran Rp. 400.000 – 600.000 yang akan diantarkan langsung oleh petugas yang akan dimulai bulan Februari ini.
“Kami menilai bantuan santunan rutin lebih tepat dan berkelanjutan untuk mereka. Harapannya, ini bisa sedikit meringankan beban hidup dan menjamin keberlangsungan kebutuhan dasar mereka,” tuturnya.
Kisah dua nenek bersaudara di pelosok Kecamatan Kedungdung ini menjadi pengingat bahwa di balik hiruk pikuk pembangunan, masih ada warga yang membutuhkan perhatian dan kepedulian nyata.
Sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas diharapkan mampu menjadi jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang rentan dan terpinggirkan.







