PASURUAN, TRETAN.News – Memperingati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan, RSUD Grati menyelenggarakan Bakti Sosial (Baksos) deteksi dini kanker payudara.
Program kesehatan ini menggunakan teknologi mutakhir 3D ABUS (Automated Breast Ultrasound). Pelaksanaan baksos berlangsung sejak 2 hingga 12 September 2026.
Direktur RSUD Grati, dr Dian Arie Setiawati, menyebutkan ada total 75 pasien yang terdaftar dalam program baksos tersebut.
Hingga Kamis (10/9/2026), tim medis RSUD Grati telah melayani 25 orang pasien. Sisa peserta akan menjalani pemeriksaan sesuai jadwal.
”Kalau dengan hari ini baru 25 pasien yang sudah mengikuti deteksi dini kanker payudara dengan menggunakan ABUS, dan semuanya berjalan dengan lancar,” katanya.
Keunggulan Teknologi 3D ABUS
Dian menjelaskan, pihak rumah sakit menyiapkan ruang pemeriksaan khusus untuk menjamin kenyamanan pasien selama kegiatan berlangsung.
Penggunaan teknologi 3D ABUS memiliki banyak keunggulan. Alat medis ini beroperasi tanpa memancarkan radiasi karena menggunakan gelombang ultrasound.
Tingkat akurasi dalam mendeteksi kanker juga meningkat 35,7 persen dibandingkan metode mamografi biasa. Waktu pemeriksaannya pun relatif lebih singkat.
”Gak sakit pokoknya. Selain itu, ABUS adalah teknologi ultrasound pertama dari GE untuk skrining payudara perempuan,” jelas Dian.
Ia menambahkan, FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat juga telah menyetujui standar keamanan alat tersebut.
Imbauan Kesadaran Kesehatan
Melalui momentum ini, Dian mengimbau masyarakat agar lebih mawas diri pada kesehatan. Perempuan memiliki kerentanan lebih tinggi terkena penyakit ini.
”Himbauannya, masyarakat harus lebih menyayangi dirinya. Seperti skrining kanker payudara ini,” imbau pimpinan rumah sakit tersebut.
Menurutnya, penemuan sel tidak normal pada fase dini akan sangat mempermudah intervensi medis. Tingkat keberhasilan terapi juga menjadi lebih bagus.
Respons Positif Pasien
Kehadiran program baksos deteksi dini dari RSUD Grati sangat membantu masyarakat. Dewi, salah satu warga Kecamatan Grati, merasakan langsung manfaatnya.
Ia sengaja mendaftar program ini untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap prima.
”Harusnya awal tahun kemarin, tapi mumpung ini gratis, jadi saya langsung daftar, dan alhamdulillah baik-baik saja,” ungkapnya.







