Perupa Perempuan Jatim Hadirkan untuk Peringati Kartini

Berita, Budaya20 Dilihat

TRETAN.news — Semangat emansipasi yang diwariskan Raden Ajeng Kartini kembali dihidupkan melalui pameran seni rupa bertajuk “Untaian Bunga Nusantara” yang digelar komunitas PERWAJATI (Perupa Wanita Jawa Timur).

Pameran ini berlangsung pada 21–30 April 2026 di Look Gallery UK Petra, sekaligus menjadi agenda ke-9 sejak komunitas tersebut berdiri pada 1 Agustus 2023.

Mengusung bunga sebagai tema utama, lebih dari 60 karya lukis dipamerkan oleh 40 perupa perempuan dari berbagai usia mulai anak-anak hingga lanjut usia yang memperkuat semangat lintas generasi dalam berkarya.

Ketua panitia, Aliet, menjelaskan bahwa pameran ini tidak hanya berfokus pada aspek artistik, tetapi juga menjadi ruang refleksi mengenai peran perempuan dalam kehidupan dan dunia seni.

“Bunga memiliki makna universal yang dekat dengan pengalaman perempuan sehari-hari,” ujarnya.

Ketua Umum PERWAJATI, Paulina Soesri Handajani, menambahkan bahwa keberagaman usia para peserta menjadi nilai penting dalam pameran ini.

“Seni tidak dibatasi usia. Setiap generasi memiliki cara tersendiri dalam memaknai bunga,” katanya.

Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap Kartini, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat jejaring antar perupa, membuka ruang edukasi bagi masyarakat, serta menegaskan posisi perempuan dalam perkembangan seni rupa di Jawa Timur.

Dua lukisan diantara puluhan karya yang dipamerkan oleh komunitas PERWAJATI (Perupa Wanita Jawa Timur).

 

Pameran dibuka untuk umum setiap hari pukul 09.00–17.00. Kehadiran pengunjung diharapkan dapat memperkaya interaksi antara karya, seniman, dan publik.

Sejumlah perupa yang terlibat antara lain Aliet, Dinda, Maria, Surati, Sari ZS, Ami Tri, dan Arita Savitri, Alfie Pie, Mutie Oka, Ani Hasan, dan Inamah.

Daya tarik pameran ini tidak hanya terletak pada keindahan visual bunga, tetapi juga makna yang menyertainya.

Bunga dihadirkan sebagai simbol kehidupan perempuan lembut namun kuat, rapuh tetapi mampu bertahan.

Ragam gaya visual yang muncul, mulai dari realisme hingga abstrak, menciptakan pengalaman yang beragam bagi penikmat seni.

Tema bunga yang akrab dengan kehidupan sehari-hari juga membuat karya-karya ini mudah diakses, namun tetap menyimpan kedalaman makna.

Setiap lukisan merepresentasikan pengalaman personal senimannya, mulai dari identitas, memori, hingga pergulatan batin.

Dalam konteks peringatan Hari Kartini, pameran ini menjadi lebih dari sekadar ajang seni, melainkan pernyataan tentang suara, eksistensi, dan ketahanan perempuan di ruang publik.

Singkatnya, “Untaian Bunga Nusantara” menghadirkan perpaduan antara keindahan estetika dan kekuatan narasi perempuan dalam satu ruang dialog yang hidup.

(Rokimdakas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *