Polisi Buru Pria Terkait Duel Senjata Tajam di Kedungdung Sampang

Berita, Kriminal61 Dilihat

SAMPANG. TRETAN.news – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Kedungdung memburu Mattamin, pelaku yang terlibat duel senjata tajam di Desa Nyiloh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Rabu (1/7/2026) pagi.

Pertikaian berdarah tersebut menyebabkan lawan duelnya, H. Wardi, mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.

​Insiden yang menggegerkan warga setempat ini terjadi di sebuah bengkel sepeda motor.

Polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap motif pasti di balik perkelahian dua pria asal Desa Banjar tersebut.

​Kronologi Pertikaian di Bengkel Motor

​Peristiwa bermula ketika H. Wardi mendatangi bengkel untuk mengambil sepeda motornya yang sedang diservis.

Di lokasi tersebut, korban bertemu dengan Mattamin. Keduanya kemudian terlibat adu mulut sebelum akhirnya situasi memanas menjadi perkelahian bersenjata.

​Warga di sekitar tempat kejadian menduga Mattamin menyerang menggunakan sebilah celurit, sedangkan H. Wardi membela diri dengan sebilah pisau.

Akibat saling serang tersebut, H. Wardi menderita luka robek cukup parah pada bagian paha kiri dan lengan kiri.

​Warga yang berada di lokasi kejadian langsung mengevakuasi H. Wardi ke RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang guna mendapatkan penanganan medis darurat.

Sebaliknya, Mattamin langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP) setelah insiden tersebut selesai.

​Penyelidikan Polisi dan Kondisi Medis Korban

​Kapolsek Kedungdung, Iptu Syafriwanto, membenarkan terjadinya peristiwa penganiayaan atau perkelahian bersenjata tersebut.

Ia menegaskan personelnya sedang meminta keterangan dari sejumlah saksi di lapangan.

​“Iya benar. Untuk motifnya masih dalam penyelidikan. Saat ini kami masih melakukan pendalaman. Satu dari keduanya mengalami luka dan telah dilarikan ke rumah sakit,” ujar Iptu Syafriwanto.

​Sementara itu, Kasi Humas RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, Amin Jakfar, mengonfirmasi bahwa pihak rumah sakit telah menerima pasien yang menjadi korban dugaan perkelahian menggunakan senjata tajam.

​Amin menjelaskan bahwa korban memerlukan tindakan operasi segera akibat luka parah pada area paha dan lengan.

Pihak rumah sakit kini memantau hasil pemeriksaan lanjutan dari dokter penanggung jawab.

​“Saat ini masih menunggu dokter. Melihat kondisi lukanya, ada kemungkinan pasien akan dirujuk ke rumah sakit di Surabaya,” kata Amin Jakfar.

​Hingga berita ini diturunkan, tim penyidik Polsek Kedungdung masih menyisir keberadaan Mattamin dan mendalami seluruh bukti untuk memastikan penyebab utama konflik berdarah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *