PASURUAN, TRETAN.news – Ratusan warga memadati lapangan Dusun Ngering, Desa Legok, Pasuruan, Jumat (6/11/2026) malam.
Mereka antusias mengikuti kegiatan Ngering Bersholawat dan tasyakuran dusun.
Acara ini menghadirkan grup selawat Thoriqul Jannah dari Malang. Penceramah Bu Nyai Nurul Abidah dari Pasuruan juga turut memberikan tausiah.
Kegiatan tahunan ini bertujuan sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. Warga juga menjadikannya momentum mempererat tali silaturahmi.
Tradisi Swadaya Masyarakat
Kepala Dusun Ngering, Faisol Rusdi, menyebut tasyakuran ini adalah tradisi turun-temurun. Masyarakat sepakat mempertahankan budaya ini secara bersama-sama.
“Tradisi tasyakuran ini rutin kami laksanakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT,” ujar Faisol.
Ia menambahkan kegiatan ini sekaligus berfungsi untuk mempererat ikatan persaudaraan dan kebersamaan antarwarga Dusun Ngering.
Faisol menjelaskan masyarakat meresmikan pembukaan rangkaian acara sejak pagi hari. Warga menggelar khotmil Quran sebagai agenda pembuka tasyakuran dusun.
Pada sore harinya, warga melangsungkan doa bersama di area punden. Puncak acara berupa Ngering Bersholawat berlanjut pada malam hari.
Seluruh dana kegiatan murni berasal dari swadaya masyarakat. Semangat gotong royong menjadi kunci utama keberlangsungan tradisi lokal ini.
“Harapan kami, warga Dusun Ngering selalu diberikan kesehatan walafiat, rezeki yang barokah, serta tetap menjaga kerukunan dan kebersamaan untuk selamanya,” imbuhnya.
Apresiasi Pemerintah Desa
Kepala Desa Legok, Nursalam, mengapresiasi tinggi kekompakan warganya. Ia bangga masyarakat berhasil menyelenggarakan tasyakuran dusun secara mandiri.
Nursalam menilai tradisi ruwat dusun memiliki makna sejarah mendalam. Kegiatan warga ini bukan sekadar acara seremonial biasa.
Menurutnya, tradisi ini merupakan bentuk penghormatan luhur. Mereka mendoakan para pendahulu yang membuka dan merintis wilayah Dusun Ngering.
Ia berharap generasi penerus terus melestarikan warisan budaya ini. Tujuannya demi memperkuat persatuan dan kerukunan warga setempat.







