PASURUAN, TRETAN.news — Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, resmi memberangkatkan peserta Bulusari Culture Carnival 2026 pada Sabtu (19/9/2026).
Acara ini berlangsung di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol. Ribuan warga tampak sangat antusias memadati sepanjang rute karnaval budaya tersebut.
Karnaval ini digelar untuk merayakan tradisi Ruwah Desa Bulusari. Selain itu, kegiatan ini turut memperingati Hari Jadi ke-1.097 Kabupaten Pasuruan.
Sebanyak 11 dusun berpartisipasi mengikuti pawai ini. Peserta juga melibatkan 12 kelompok sound horeg yang menambah kemeriahan suasana karnaval.
Larangan Keras Konsumsi Miras
Di tengah antusiasme warga, Samsul mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban. Ia melarang keras masyarakat maupun peserta mengonsumsi minuman keras (miras).
“Saya mengimbau seluruh peserta dan masyarakat menjaga ketertiban serta tidak mengonsumsi miras,” tegas Samsul di hadapan ribuan penonton.
Ia berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan rute pawai dengan aman.
“Kita ingin semua kelompok peserta mengikuti rute sampai finis dengan sukses,” tambahnya.
Samsul juga meminta Karang Taruna bersinergi dengan TNI dan Polri. Keterlibatan pemuda sangat penting untuk menjaga kondusivitas keamanan selama acara.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM
Selain melestarikan tradisi, karnaval ini diharapkan membawa dampak ekonomi. Acara keramaian seperti ini membuka peluang besar bagi para pelaku UMKM.
Pedagang kuliner, perajin, dan pelaku usaha kreatif dapat memasarkan produk mereka.
Samsul menyebut pelestarian budaya harus sejalan dengan pergerakan ekonomi kerakyatan.
“Harapannya, kegiatan ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana melestarikan budaya lokal agar tetap dikenal generasi muda,” jelas Samsul.
Ia menambahkan bahwa karnaval bisa menjadi media promosi yang efektif. Potensi desa dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas melalui ajang ini.
“UMKM harus mendapat manfaat nyata melalui peningkatan penjualan dan promosi produk-produk unggulan masyarakat,” pungkas pimpinan DPRD tersebut.







