Warga Sampang Antre Pertalite Berjam-jam, Pertamina Turun Tangan

Berita, Investigasi661 Dilihat

SAMPANG, TRETAN.news – Warga Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengeluhkan panjangnya antrean pengisian BBM jenis Pertalite di sejumlah SPBU.

​Antrean panjang ini memaksa masyarakat menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar untuk kendaraan mereka.

​Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, langsung merespons keluhan tersebut.

​Ahad menegaskan bahwa keberadaan antrean panjang tidak otomatis menunjukkan terjadinya kelangkaan stok BBM di lapangan.

​“Antre berarti barangnya ada, ya Mas. Berarti nggak langka, ya?” ujar Ahad saat mengklarifikasi kondisi tersebut, Selasa (1/9/2026).

Pertamina Cek Lapangan

​Ahad menjelaskan, lonjakan antrean biasanya terjadi karena tingginya tingkat permintaan masyarakat.

​Hal tersebut membuat ketersediaan stok BBM di SPBU menjadi lebih cepat terserap.

​“Barangnya ada. Kalau permintaan meningkat, pasti akan lebih cepat habis. Bukan berarti langka kalau ada antrean,” jelasnya.

​Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa pengecer BBM di pinggir jalan tidak berstatus sebagai lembaga penyalur resmi Pertamina.

​“Pengecer memang bukan lembaga penyalur resmi. Silakan dicek aturannya,” tambah Ahad secara tegas.

​Merespons polemik ini, Pertamina Patra Niaga telah menerjunkan tim khusus untuk mengecek langsung kondisi distribusi di Sampang.

​“Ini sedang dicek tim ke lapangan,” pungkas Ahad melalui pesan singkat WhatsApp.

Roda Ekonomi Terganggu

​Sebelumnya, seorang warga bernama H. Yusuf mengeluhkan kondisi antrean yang sangat menyulitkan masyarakat kelas menengah ke bawah.

​Yusuf mengaku heran karena warga harus rela antre lama demi Pertalite, sementara stok Pertamax justru kerap kosong.

​“Masa sepeda motor mau dikasih solar, kan tidak mungkin,” keluh Yusuf menanggapi situasi tersebut.

​Ia menilai waktu produktif masyarakat terbuang sia-sia hanya untuk mengantre BBM berjam-jam setiap harinya.

​Menurut Yusuf, kelancaran distribusi bahan bakar sangat menentukan perputaran roda ekonomi warga Sampang sehari-hari.

​Ia mendesak pemerintah daerah dan pusat segera mencari solusi pasti agar ketersediaan BBM kembali stabil.

​“Kami berharap persoalan ini segera teratasi agar masyarakat kecil bisa bekerja secara normal,” tegas Yusuf mengakhiri keterangannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *