SAMPANG, TRETAN.news – Warga Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengeluhkan panjangnya antrean pengisian BBM jenis Pertalite di sejumlah SPBU.
Antrean panjang ini memaksa masyarakat menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar untuk kendaraan mereka.
Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, langsung merespons keluhan tersebut.
Ahad menegaskan bahwa keberadaan antrean panjang tidak otomatis menunjukkan terjadinya kelangkaan stok BBM di lapangan.
“Antre berarti barangnya ada, ya Mas. Berarti nggak langka, ya?” ujar Ahad saat mengklarifikasi kondisi tersebut, Selasa (1/9/2026).
Pertamina Cek Lapangan
Ahad menjelaskan, lonjakan antrean biasanya terjadi karena tingginya tingkat permintaan masyarakat.
Hal tersebut membuat ketersediaan stok BBM di SPBU menjadi lebih cepat terserap.
“Barangnya ada. Kalau permintaan meningkat, pasti akan lebih cepat habis. Bukan berarti langka kalau ada antrean,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa pengecer BBM di pinggir jalan tidak berstatus sebagai lembaga penyalur resmi Pertamina.
“Pengecer memang bukan lembaga penyalur resmi. Silakan dicek aturannya,” tambah Ahad secara tegas.
Merespons polemik ini, Pertamina Patra Niaga telah menerjunkan tim khusus untuk mengecek langsung kondisi distribusi di Sampang.
“Ini sedang dicek tim ke lapangan,” pungkas Ahad melalui pesan singkat WhatsApp.
Roda Ekonomi Terganggu
Sebelumnya, seorang warga bernama H. Yusuf mengeluhkan kondisi antrean yang sangat menyulitkan masyarakat kelas menengah ke bawah.
Yusuf mengaku heran karena warga harus rela antre lama demi Pertalite, sementara stok Pertamax justru kerap kosong.
“Masa sepeda motor mau dikasih solar, kan tidak mungkin,” keluh Yusuf menanggapi situasi tersebut.
Ia menilai waktu produktif masyarakat terbuang sia-sia hanya untuk mengantre BBM berjam-jam setiap harinya.
Menurut Yusuf, kelancaran distribusi bahan bakar sangat menentukan perputaran roda ekonomi warga Sampang sehari-hari.
Ia mendesak pemerintah daerah dan pusat segera mencari solusi pasti agar ketersediaan BBM kembali stabil.
“Kami berharap persoalan ini segera teratasi agar masyarakat kecil bisa bekerja secara normal,” tegas Yusuf mengakhiri keterangannya.







