Latihan Perdana SSB Pandawa Mangliawan Dapat Apresiasi Camat Pakis

Olahraga30 Dilihat

MALANG, TRETAN.news – Puluhan anak-anak lintas usia antusias mengikuti latihan perdana Sekolah Sepak Bola (SSB) Pandawa di Lapangan Kapi Sraba, RW 16 Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Minggu (12/7/2026).

​Latihan perdana kelompok umur di bawah 14 tahun (U-14) ini menjadi langkah awal pembentukan SSB di markas besar Pandawa FC.

Program ini menyasar generasi muda, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga remaja, guna mengembangkan bakat di bidang olahraga.

​Kehadiran wadah olahraga baru ini mendapat apresiasi tinggi dari Camat Pakis, Prestiya Yunika, AP., S.Sos., M.Si.

​”Terima kasih kepada semua pihak yang men-support terbentuknya sekolah bola ini. Semoga dengan keberadaan sekolah bola ini dapat melahirkan bibit-bibit pemain bola yang hebat,” ujar Prestiya pada Minggu (12/7/2026).

Fokus Pembentukan Karakter Anak

​Menurut Prestiya, manfaat sekolah sepak bola ini tidak terbatas pada kemahiran fisik di lapangan hijau saja.

Anak-anak juga berkesempatan mendapatkan edukasi nilai-nilai kehidupan yang fundamental.

​Mantan Camat Gondanglegi ini menambahkan, proses latihan yang terstruktur dapat membentuk anak-anak yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan mampu meraih prestasi optimal.

​”Dengan didasari kedisiplinan, kemudian memiliki jiwa sportivitas yang tinggi,” tutur Prestiya menambahkan.

Penyediaan Ruang Terbuka Hijau

​Dukungan serupa datang dari Kepala Desa Mangliawan, Mochamad Ja’i. Pihaknya berkomitmen untuk memperbanyak dan mengoptimalkan fungsi ruang terbuka di wilayah Desa Mangliawan.

​Ja’i menilai ruang terbuka memiliki peran krusial, terutama sebagai sarana olahraga bagi anak-anak usia remaja yang memiliki minat tinggi pada sepak bola.

Ke depan, fasilitas publik tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal masyarakat sekitar.

​”Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak di Desa Mangliawan untuk menyalurkan bakat mereka di bidang olahraga, khususnya sepak bola,” ungkap Ja’i.

​Kepala desa lulusan pondok pesantren ini menegaskan, pembinaan usia dini di Lapangan Kapi Sraba ini memikul misi jangka panjang yang esensial.

​”Selain melatih keterampilan teknis, kami juga berfokus membentuk mental juara dan rasa percaya diri,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *