NPCI Kabupaten Malang Rekrut Atlet Difabel Besar-Besaran untuk Kejurprov

Olahraga34 Dilihat

MALANG, TRETAN.news – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Malang bergerak cepat menyusun kekuatan baru.

​Pengurus periode 2026–2031 ini bertekad melakukan perekrutan atlet difabel secara besar-besaran di wilayah Kabupaten Malang.

​Langkah tersebut menjadi strategi utama organisasi. Tujuannya guna menyongsong kompetisi olahraga disabilitas di tingkat Provinsi Jawa Timur.

​Pihak NPCI menegaskan pergerakan massal ini akan berjalan setelah pencairan anggaran daerah.

​”Kami akan melaksanakan perekrutan atlet difabel secara besar-besaran. Namun, kami bergerak setelah mendapat anggaran dari Pemkab Malang,” ujar Ketua Seksi Hukum dan Advokasi NPCI Kabupaten Malang, Agus Subyantoro.

​Pernyataan tersebut disampaikan Agus usai menghadiri prosesi pelantikan pengurus di Pendopo Panji Kepanjen.

​Pelantikan Pengurus Baru

​Sebelumnya, Pengurus NPCI Provinsi Jawa Timur resmi melantik kepengurusan NPCI Kabupaten Malang pada Jumat (10/7/2026).

Sebanyak 40 tamu undangan penting menghadiri prosesi pengambilan sumpah jabatan di Pendopo Panji tersebut.

​Perwakilan Forkopimda Kabupaten Malang, Apindo, serta jajaran Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kabupaten Malang tampak hadir.

​Sejumlah dinas teknis bentukan Pemkab Malang juga turut mengawal jalannya acara pelantikan kepengurusan ini.

​Di antaranya adalah perwakilan Dinas Sosial, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta Dinas Kominfo.

​Hadir pula utusan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Bagian Umum Setda Kabupaten Malang.

​Dukungan juga datang dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) dan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI).

​Sejumlah perwakilan dari berbagai organisasi komunitas difabel lokal ikut menyaksikan jalannya pelantikan tersebut.

​Gandeng Tiga Kampus Olahraga

​Selain memburu bibit atlet baru, pengurus telah merancang strategi peningkatan kualitas internal organisasi.

​NPCI Kabupaten Malang berencana menjalin komunikasi intensif dengan tiga universitas besar di Malang.

​Kampus tujuan tersebut meliputi Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, dan IKIP Budi Utomo.

NPCI Kabupaten Malang menilai ketiga perguruan tinggi terpilih memiliki fokus kuat pada fakultas olahraga dan kesehatan.

​”Kami akan MoU dengan kampus, untuk konsultasi akademis bidang keolahragaan dan kesehatan, khususnya untuk atlet-atlet difabel,” tutur Agus.

​Pengajuan Proposal Dana Hibah

​Manajemen NPCI Kabupaten Malang menargetkan penyelesaian berkas administrasi dalam satu bulan ke depan.

​Tim perumus kini sedang mematangkan draf proposal kegiatan serta Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

​Rapat internal pengurus nantinya akan membagi target kerja ke dalam tiga kluster waktu.

​Kluster tersebut terbagi atas program jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang.

​”Sebenarnya sudah disusun. Termasuk RAB, tinggal finishing saja. Selanjutnya akan diserahkan ke bupati lewat dispora,” jelas pria yang juga berprofesi sebagai praktisi hukum ini.

​Sesuai dengan regulasi keolahragaan, NPCI akan memperoleh dukungan pendanaan melalui jalur dana hibah pemerintah.

​Pengurus berharap realisasi anggaran dapat berjalan tepat waktu demi kelancaran pemusatan latihan atlet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *