MALANG, TRETAN.news – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Malang bergerak cepat menyusun kekuatan baru.
Pengurus periode 2026–2031 ini bertekad melakukan perekrutan atlet difabel secara besar-besaran di wilayah Kabupaten Malang.
Langkah tersebut menjadi strategi utama organisasi. Tujuannya guna menyongsong kompetisi olahraga disabilitas di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Pihak NPCI menegaskan pergerakan massal ini akan berjalan setelah pencairan anggaran daerah.
”Kami akan melaksanakan perekrutan atlet difabel secara besar-besaran. Namun, kami bergerak setelah mendapat anggaran dari Pemkab Malang,” ujar Ketua Seksi Hukum dan Advokasi NPCI Kabupaten Malang, Agus Subyantoro.
Pernyataan tersebut disampaikan Agus usai menghadiri prosesi pelantikan pengurus di Pendopo Panji Kepanjen.
Pelantikan Pengurus Baru
Sebelumnya, Pengurus NPCI Provinsi Jawa Timur resmi melantik kepengurusan NPCI Kabupaten Malang pada Jumat (10/7/2026).
Sebanyak 40 tamu undangan penting menghadiri prosesi pengambilan sumpah jabatan di Pendopo Panji tersebut.
Perwakilan Forkopimda Kabupaten Malang, Apindo, serta jajaran Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kabupaten Malang tampak hadir.
Sejumlah dinas teknis bentukan Pemkab Malang juga turut mengawal jalannya acara pelantikan kepengurusan ini.
Di antaranya adalah perwakilan Dinas Sosial, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta Dinas Kominfo.
Hadir pula utusan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Bagian Umum Setda Kabupaten Malang.
Dukungan juga datang dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) dan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI).
Sejumlah perwakilan dari berbagai organisasi komunitas difabel lokal ikut menyaksikan jalannya pelantikan tersebut.

Gandeng Tiga Kampus Olahraga
Selain memburu bibit atlet baru, pengurus telah merancang strategi peningkatan kualitas internal organisasi.
NPCI Kabupaten Malang berencana menjalin komunikasi intensif dengan tiga universitas besar di Malang.
Kampus tujuan tersebut meliputi Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, dan IKIP Budi Utomo.
NPCI Kabupaten Malang menilai ketiga perguruan tinggi terpilih memiliki fokus kuat pada fakultas olahraga dan kesehatan.
”Kami akan MoU dengan kampus, untuk konsultasi akademis bidang keolahragaan dan kesehatan, khususnya untuk atlet-atlet difabel,” tutur Agus.
Pengajuan Proposal Dana Hibah
Manajemen NPCI Kabupaten Malang menargetkan penyelesaian berkas administrasi dalam satu bulan ke depan.
Tim perumus kini sedang mematangkan draf proposal kegiatan serta Rancangan Anggaran Biaya (RAB).
Rapat internal pengurus nantinya akan membagi target kerja ke dalam tiga kluster waktu.
Kluster tersebut terbagi atas program jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang.
”Sebenarnya sudah disusun. Termasuk RAB, tinggal finishing saja. Selanjutnya akan diserahkan ke bupati lewat dispora,” jelas pria yang juga berprofesi sebagai praktisi hukum ini.
Sesuai dengan regulasi keolahragaan, NPCI akan memperoleh dukungan pendanaan melalui jalur dana hibah pemerintah.
Pengurus berharap realisasi anggaran dapat berjalan tepat waktu demi kelancaran pemusatan latihan atlet.







