Pamekasan, tretan.news – Ketahanan pangan keluarga menjadi perhatian Ketua Fraksi PKB DPRD Pamekasan, Moh Faridi. Di tengah kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok, ia mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman hidroponik sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan sehat dan terjangkau di tingkat keluarga.
Faridi menyampaikan dorongan tersebut saat melakukan kunjungan lapangan ke Desa di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Rabu (17/6/2026). Dalam kunjungan itu, ia meninjau langsung budidaya hidroponik yang dikembangkan warga Desa Sopa’ah.
Faridi mengaku terkesan dengan keberhasilan warga mengelola berbagai jenis tanaman menggunakan sistem hidroponik. Beragam tanaman seperti selada, cabai, daun mint, dan sejumlah sayuran lainnya tampak tumbuh subur dengan memanfaatkan media air.
“Menanam dengan sistem hidroponik seperti yang dilakukan Mbak Fina ini merupakan langkah yang sangat baik untuk memanfaatkan pekarangan rumah. Ini menjadi salah satu upaya menjaga ketahanan pangan sehat di tingkat keluarga, terutama saat harga bahan pokok di pasar mengalami kenaikan,” kata Faridi.
Menurutnya, hidroponik tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sayuran keluarga, tetapi juga mampu mengurangi pengeluaran rumah tangga. Selain itu, masyarakat dapat memastikan kualitas pangan yang dikonsumsi karena proses budidayanya dilakukan secara mandiri.
Dengan menanam sendiri kebutuhan sayuran sehari-hari, lanjut Faridi, masyarakat dapat mengontrol penggunaan pupuk maupun bahan pendukung lainnya sehingga hasil panen lebih terjamin dari sisi kualitas dan keamanan konsumsi.
“Dan kesehatan pangan penting untuk kita pastikan sejak proses awal demi masa depan keluarga kita,” ujar legislator muda tersebut.
Lebih lanjut, ia berharap keberhasilan budidaya hidroponik yang dikembangkan warga Desa Sopa’ah dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat di desa-desa lain di Kabupaten Pamekasan.
Menurut Faridi, semakin banyak keluarga yang memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam, maka kemandirian pangan masyarakat akan semakin kuat. Langkah tersebut juga dapat menjadi solusi menghadapi tingginya harga kebutuhan pokok sekaligus mendukung pola hidup sehat berbasis keluarga. (*)








