PASURUAN, tretan.news – Sebuah truk Hino bermuatan tepung mengalami kecelakaan di jalur nasional Malang–Surabaya, tepatnya di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (15/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Insiden tersebut menyebabkan kemacetan panjang karena badan truk melintang dan menutup seluruh ruas jalan dari arah Malang menuju Surabaya.
Truk bernopol S-8920-UU yang dikemudikan Supri (50), warga Sidoarjo, diketahui mengangkut tepung dari Gresik menuju Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.
Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan tiba-tiba kehilangan kendali dan meluncur mundur.
Diduga, kecelakaan dipicu pecahnya selang angin pada sistem kendaraan sehingga fungsi pengereman dan kendali truk tidak bekerja normal.
“Selang angin pecah. Rem, kopling, setir enggak bisa berfungsi kalau tidak ada anginnya,” kata Supri kepada awak media.
Dalam kondisi darurat, Supri memutuskan membelokkan kendaraannya ke jalur berlawanan untuk menghindari kecelakaan yang lebih fatal.
“Daripada saya tetap di jalur ini mungkin bisa fatal. Sekuat tenaga saya belokkan ke kanan karena saya tahu di jalur lawan keadaan sedang sepi kendaraan,” ujarnya.
Truk akhirnya berhenti setelah menghantam teras rumah milik Suprayitno (64) dan tumpukan rongsokan milik seorang pengusaha bernama Amir (57).
Akibat benturan itu, rumah tersebut mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian atap.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, arus lalu lintas di jalur nasional Malang–Surabaya sempat lumpuh dan antrean kendaraan mengular cukup panjang.
Petugas Unit Lalu Lintas Polsek Gempol yang tiba di lokasi segera melakukan rekayasa lalu lintas dengan menerapkan sistem buka tutup.
Petugas mengatur jalur dari arah Surabaya menuju Malang secara bergantian untuk melayani kendaraan dari dua arah.
Sementara itu, petugas memperkirakan proses evakuasi truk tidak perlu membongkar muatan tepung seberat sekitar 30 ton.
Sopir menilai teknisi lebih cepat memperbaiki selang angin dibandingkan membongkar seluruh muatan truk.
“Daripada membongkar muatan 30 ton, sepertinya lebih cepat mengganti selang angin. Montir sudah perjalanan ke sini,” ungkap Supri.
Hingga berita ini ditulis, petugas kepolisian masih melakukan pendataan serta penyelidikan di lokasi kejadian. Polisi belum mengungkap total kerugian yang ditimbulkan akibat kecelakaan tersebut.







