Tragis! Warga Di Hebohkan Tiga Bocah Kakak Beradik di Sreseh Sampang Meninggal dalam Embung

Berita, Peristiwa186 Dilihat

SAMPANG | Tretan.news — Suasana duka menyelimuti Dusun Sabu’uk, Desa Junok, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Minggu (14/6/2026).

Tiga balita yang masih bersaudara kandung ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah sumur atau embung air milik warga.

Ketiga korban diketahui berinisial AH (3), MH (3), dan Z (4). Mereka merupakan kakak beradik yang tinggal di dusun setempat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa memilukan itu pertama kali diketahui sekitar pukul 11.00 WIB.

Seorang warga bernama Alfiya mendadak panik setelah melihat salah satu anak mengambang di dalam embung air. Ia kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Warga yang datang ke lokasi langsung melakukan pencarian lantaran mengetahui korban sebelumnya bermain bersama dua saudaranya.

Sejumlah warga nekat menyelam ke dalam embung dan berhasil menemukan dua korban lainnya di lokasi yang sama.

Tragis! Warga Di Hebohkan Tiga Bocah Kakak Beradik di Sreseh Sampang Meninggal dalam Embung (Mam)

Selanjutnya, warga mengevakuasi ketiga balita tersebut dan membawanya ke puskesmas terdekat. Namun, petugas medis memastikan nyawa ketiganya tidak dapat diselamatkan.

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut insiden itu diduga murni kecelakaan saat para korban bermain di sekitar embung air.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi-saksi, ketiga korban diduga tenggelam ketika bermain di sekitar sumur atau embung air.

Keluarga korban juga sudah membuat surat pernyataan bahwa kejadian ini merupakan musibah dan tidak akan menempuh jalur hukum,” ujar AKP Eko Puji Waluyo.

Setelah menerima laporan, personel Polsek Sreseh bersama petugas terkait langsung mendatangi lokasi kejadian.

Polisi kemudian melakukan evakuasi, meminta keterangan para saksi, hingga melakukan penyelidikan untuk memastikan tidak ada unsur lain dalam insiden tersebut.

AKP Eko juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain di area berbahaya seperti sungai, embung, kolam, maupun sumur air.

“Kami mengimbau para orang tua agar lebih waspada dan tidak lengah mengawasi anak-anaknya.

Jangan biarkan mereka bermain di area yang berisiko membahayakan keselamatan,” tegasnya.

Diketahui, embung atau sumur air tersebut sehari-hari dimanfaatkan warga untuk kebutuhan rumah tangga. Lokasi itu bukan tempat mandi maupun area bermain anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *