Demo di PN Sampang Kasus Penganiayaan Guru tugas, Ratusan Massa Tagih Ketegasan Hakim

Berita, Hukum64 Dilihat

SAMPANG | Tretan.news – Gelombang aksi solidaritas dari kalangan alumni pondok pesantren dan simpatisan se-Madura memadati halaman depan Pengadilan Negeri (PN) Sampang, Kamis (21/05/2026). Mereka turun ke jalan untuk mengawal proses hukum kasus penganiayaan terhadap seorang guru tugas pondok pesantren yang tengah bergulir di meja hijau.

Ratusan peserta aksi tampak membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar majelis hakim menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada dua terdakwa dalam perkara tersebut. Massa menilai kasus kekerasan terhadap tenaga pendidik di lingkungan pesantren tidak boleh dipandang sebelah mata karena menyangkut marwah pendidikan dan keamanan para guru tugas.

Dalam orasinya, para demonstran menegaskan bahwa putusan pengadilan harus mampu menghadirkan rasa keadilan, sekaligus menjadi peringatan keras agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pondok pesantren, khususnya di Madura.

Koordinator lapangan aksi, Hasan Basri, menyampaikan bahwa pihaknya datang bukan sekadar melakukan tekanan, melainkan ingin memastikan proses hukum berjalan adil dan berpihak kepada korban.

“Kami meminta majelis hakim memberikan hukuman maksimal kepada para terdakwa agar ada efek jera. Guru tugas di pondok pesantren juga harus mendapatkan perlindungan hukum yang jelas,” tegas Hasan Basri di hadapan massa aksi.

Demo di PN Sampang Kasus Penganiayaan Guru tugas, Ratusan Massa Tagih Ketegasan Hakim

Tak hanya menyuarakan tuntutan, massa juga memberi ultimatum kepada pihak terkait agar ada kepastian perkembangan penanganan perkara dalam waktu 1×24 jam. Mereka menilai keterbukaan proses hukum sangat penting demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

Bahkan, massa mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak direspons secara serius. Mereka menyebut aksi lanjutan bisa dilakukan hingga melumpuhkan aktivitas sebagai bentuk tekanan moral terhadap penegakan hukum di Kabupaten Sampang.

Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Meski sempat diwarnai teriakan dan desakan dari peserta aksi, situasi di sekitar PN Sampang tetap terkendali.

Bagi para peserta aksi, demonstrasi ini bukan hanya soal mengawal satu kasus hukum semata, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan pondok pesantren serta upaya menjaga nilai moral dan kehormatan para guru tugas di Madura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *