Terduga Pencuri Diamankan Warga di Torjun, Polisi Imbau Hindari Main Hakim Sendiri

SAMPANG, tretan.news –Suasana di Desa Patapan, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, mendadak tegang pada Minggu (03/05/2026).

Seorang pria yang diduga melakukan aksi pencurian diamankan warga setelah tertangkap di tengah permukiman. Sebelum dibawa aparat kepolisian, terduga pelaku sempat menjadi sasaran amarah massa.

Berdasarkan keterangan warga, kejadian bermula ketika pria tersebut diduga mencoba mengelabui pemilik warung dengan modus berhutang rokok sambil mengatasnamakan salah seorang warga setempat.

Namun kecurigaan muncul setelah nama yang disebut pelaku dikonfirmasi dan ternyata tidak pernah merasa menyuruh ataupun mengenal transaksi tersebut.

“Pelaku mau ngutang rokok ke saya dengan mengatasnamakan warga sini. Setelah dicek, orang yang disebut itu ternyata tidak merasa menyuruh sama sekali,” ujar korban dengan nada kesal.

Warga menyebut, pria tersebut diduga bukan kali pertama beraksi di wilayah itu. Beberapa warga mengaku pernah mendengar adanya kejadian serupa sebelumnya.

Menurut saksi di lokasi, situasi memanas setelah pelaku diduga tertangkap basah saat melakukan aksinya.

Emosi warga yang tersulut membuat terduga pelaku sempat mengalami pemukulan sebelum akhirnya diamankan bersama warga sekitar.

Tak lama setelah kejadian, anggota Polsek Torjun tiba di lokasi untuk mengendalikan situasi.

Polisi kemudian mengevakuasi terduga pelaku dari kerumunan warga guna mencegah aksi kekerasan berlanjut.

“Setelah diamuk massa, pelaku segera diamankan oleh anggota Polsek Torjun,” ungkap Sofi.

Terduga pelaku selanjutnya dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan tindak pencurian tersebut.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri saat menghadapi dugaan tindak kriminal.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum,” ujar petugas di lokasi.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kemarahan massa kerap muncul ketika warga merasa resah terhadap aksi kriminal di lingkungan mereka.

Namun di sisi lain, penegakan hukum tetap menjadi jalur utama agar penyelesaian perkara tidak berubah menjadi kekerasan yang justru memunculkan persoalan baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *