PASURUAN, tretan.news – Menyusul viralnya video dugaan tindakan kekerasan di PT Samiplast, Camat Gempol, Hadi Mulyono, mengundang pihak perusahaan untuk memberikan klarifikasi pada Selasa (7/4/2026).
Pemanggilan tersebut dilakukan guna menggali kronologi kejadian secara langsung dari pihak perusahaan, setelah kasus tersebut menjadi perhatian publik.
“Kami dari pihak kecamatan ingin mengetahui langsung dari pihak Samiplast kronologi kejadian,” ujar Hadi.
Ia menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya penanganan menyeluruh. Sebelumnya, pihak kecamatan juga telah memanggil Kepala Desa Gempol untuk dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut.
“Ini perlu kami lakukan karena sebelumnya kita juga sudah memanggil kades Gempol untuk dimintai keterangan,” jelasnya.
Selanjutnya, pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan Muspika untuk menjaga kondusivitas wilayah, sekaligus memastikan situasi tetap terkendali di tengah perhatian masyarakat yang cukup besar.
“Setelah ini, kita akan koordinasikan dengan muspika untuk menjaga kondusif wilayah. Yang penting kedua belah pihak sudah kita mintai keterangan,” pungkasnya.
Pertemuan yang berlangsung secara tertutup antara pihak kecamatan dan manajemen perusahaan itu diharapkan mampu menghasilkan solusi terbaik, sehingga aktivitas operasional dapat kembali berjalan normal.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi pemukulan dan perusakan telepon genggam oleh seorang kepala desa berinisial ADS di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, viral di media sosial pada Minggu (5/4/2026). Peristiwa tersebut memicu perhatian luas dan beragam reaksi dari masyarakat.







