SURABAYA, tretan.news — Suasana kebersamaan terasa hangat dalam kegiatan rutin Serikat Pedagang Kaki Lima (SPEKAL) yang digelar pada Sabtu, 7 Maret 2026. Bertempat di kawasan Sentra Wisata Kuliner (SWK) Bratang Binangun, Jalan Raya Manyar No.80A, Baratajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya.
Para pengurus dan anggota pedagang kaki lima dari berbagai SWK di Kota Surabaya berkumpul dalam agenda arisan bulanan yang dirangkai dengan buka puasa bersama.
Kegiatan yang telah menjadi tradisi organisasi tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus SWK se-Surabaya yang berada di bawah naungan SPEKAL.
Selain sebagai agenda rutin bulanan, momentum Ramadan dimanfaatkan untuk mempererat hubungan kekeluargaan antar pedagang sekaligus memperkuat solidaritas komunitas.
Choiriyah yang mendapatkan arisan, mengungkapkan rasa bangganya atas kekompakan para anggota SPEKAL yang tetap menjaga tradisi arisan meskipun dilaksanakan di tengah kesibukan bulan Ramadan.

“Alhamdulillah, kegiatan arisan rutin SPEKAL tetap berjalan di bulan Ramadan. Bahkan kali ini terasa lebih istimewa karena sekaligus menjadi momen buka puasa bersama. Ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antar pedagang,” ujar Choiriyah kepada tretan.news di sela kegiatan.
Menurutnya, arisan bulanan bukan sekadar aktivitas ekonomi berbasis kebersamaan, tetapi juga menjadi ruang komunikasi bagi para pedagang untuk saling bertukar informasi dan memperkuat jaringan solidaritas.
Dalam suasana yang penuh kehangatan tersebut, para pedagang dari berbagai sentra kuliner tampak bercengkerama sambil menunggu waktu berbuka.
Hidangan sederhana yang tersaji di meja-meja panjang menjadi simbol kebersamaan dan kekeluargaan yang telah lama terbangun di antara anggota SPEKAL.
Ketua SPEKAL Surabaya Soecipto juga menilai bahwa kegiatan semacam ini memiliki nilai sosial yang penting, terutama bagi para pelaku usaha kecil yang setiap hari berjuang menjaga keberlangsungan usaha mereka di tengah dinamika ekonomi perkotaan.
“Melalui kegiatan rutin seperti ini, kami ingin memastikan bahwa pedagang kaki lima tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga solid secara sosial,” kata Ketua SPEKAL Surabaya
Dengan digelarnya arisan rutin yang dibalut dengan buka puasa bersama, SPEKAL berharap hubungan antar anggota semakin erat serta mampu menjaga semangat gotong royong di kalangan pedagang kaki lima Surabaya.
Momentum Ramadan pun menjadi pengingat bahwa di balik aktivitas ekonomi yang dijalani setiap hari, nilai kebersamaan dan persaudaraan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun komunitas pedagang yang tangguh dan berdaya.







