Banyuwangi, Tretan.News ~ Peristiwa atap rumah warga ambrol akibat kombinasi faktor usia bangunan (konstruksi rapuh) dan hujan deras merupakan kejadian yang umum terjadi, terutama pada bangunan tua. Hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi mempercepat keruntuhan struktur yang sudah melemah.
Seperti yang terjadi di wilayah Kabupaten Banyuwangi, khususnya di wilayah Kecamatan Kalibaru yang beberapa hari terakhir ini cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang kembali teejadi dan menyebabkan beberapa atap rumah warga tersapu angin dan ada juga yang tertimpa pohon.
Seperti yang dialami Imam Bohori warga RT 03/ RW 04 Dusun Krajan, Desa Kalibarukulon, Kecamatan Kalibaru, bagian atap rumahnya ambruk dan mengalami kerusakan parah pada Jumaat [ 7/3/2026 ] sekira pukul 15.00 WIB.
Meski tidak ada korban jiwa, dampak kerusakan membuat bangunan berukuran sekitar 4 x 5 meter tersebut tidak dapat dihuni secara maksimal untuk sementara waktu.
Sementara itu, Ismanto selaku Agen Informasi Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur [ AGISENA BPBD JATIM ] menjelaskan bahwa ambruknya atap dipicu oleh beban air hujan yang tinggi serta terjangan angin kencang. Selain faktor cuaca, kondisi fisik bangunan yang sudah tua turut menjadi faktor penyebab.

“Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan atap rumah ambruk. Dari hasil asesmen, kondisi konstruksi bangunan memang sudah lama dan beberapa bagian kayu penyangganya sudah mulai lapuk, sehingga tidak kuat menahan beban,” ungkap Ismanto saat dikonfirmasi oleh awak media Tretan News pada Sabtu ( 7 /3/2026).
Pantauan awak media Tretan News dilokasi, Kerusakan terjadi pada area krusial di dalam rumah, mulai dari ruang tamu, ruang keluarga, hingga kamar tidur. Akibatnya, pemilik rumah terpaksa mengosongkan area tersebut karena kondisi bangunan yang masih labil dan berbahaya jika terjadi hujan susulan.
Tim BPBD Kabupaten Banyuwangi melalui AGISENA BPBD JATIM, PB-BPBD Kecamatan Kalibaru, TRC-PB- BPBD Kecamatan Kalibaru terjun ke lokasi melakukan kaji cepat dan kordinasi dengam TNI/ Polri, Perangkat Desa Kalibarukulon, Destana Desa Kalibarukulon.
“Sebagai penanganan awal, kami sudah ikut melakukan pembersihan material puing-puing atap rumah milik bapak Buhori yang ambruk. Dan Kami sudah melakukan kaji cepat untuk memohon pengiriman bantuan awal, seperti terpal untuk menutup bagian yang terbuka agar air hujan tidak langsung masuk ke dalam rumah dan kasur lipat serta peralatan dapur. Kami juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk tindak lanjut perbaikan,” jelas Ismanto
Sementara itu ditempat terpisah Slamet selaku PB-BPBD wilayah Kecamatan Kalibaru, kembali mengingatkan masyarakat Kalibaru untuk lebih waspada terhadap potensi ancaman hidrometeorologi, terutama bagi warga yang tinggal di bangunan dengan struktur kayu yang sudah tua.
“Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati, terutama saat cuaca ekstrem melanda. Segera lakukan pengecekan pada konstruksi atap atau pohon besar di sekitar rumah untuk meminimalisir risiko yang tidak diinginkan,” Himbaunya.







