Sultan Jambi: Tekankan Penguatan Budaya Melayu serta Dorong Kebijakan Berpihak pada Rakyat

Berita, Sosial216 Dilihat

JAMBI, tretan.news — KDYMM Sultan Sayid Fuad bin Sayid Abdurrahman Baraghbah menegaskan pentingnya kekuatan budaya Melayu sebagai motor kemakmuran Nuswantara. Ia menyampaikan bahwa kebijakan daerah harus berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan berlandaskan nilai budaya.

“Banyak kebijakan tidak berpihak pada masyarakat. Arah yang menyimpang harus dievaluasi karena melemahkan budaya Melayu,” ujar Sultan Jambi ke-22, Kamis (27/11/2025).

Sultan menilai kemajuan bangsa bergantung pada keselarasan antara budaya, ekonomi, dan pemerintahan.

“Budaya Melayu Jambi memuat martabat dan jati diri. Jika nilai adat diabaikan, generasi mendatang kehilangan pijakan. Sinergi budaya dan ekonomi adalah fondasi kemakmuran Nuswantara,” tegasnya.

Ia juga menyoroti sejumlah praktik pembangunan yang dinilai belum sepenuhnya memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

“Kebijakan publik harus adil. Jika hanya menguntungkan segelintir pihak, itu bukan pembangunan, melainkan ketidakteraturan yang merugikan masyarakat,” kata Sultan.

Dalam upaya memperkuat kesejahteraan rakyat, Sultan menekankan pentingnya penguatan UMKM, sektor pertanian, serta pengembangan wisata edukasi budaya yang dapat mengangkat identitas Melayu dan memperkenalkan kembali sejarah Kesultanan Jambi kepada generasi muda.

Penguatan tersebut didukung oleh tiga mitra strategis. Direktur Utama PT Tropi Fajar Timur Sakti, M. Samsul, menyatakan komitmen perusahaan dalam penyediaan permodalan bagi UMKM.

Direktur Utama PT Jawapes Indonesia, Rizal Diansyah Soesanto ST CPLA, menambahkan bahwa pelatihan manajemen dan pendampingan usaha diperlukan untuk membantu UMKM mengelola arus kas dan kewajiban usaha.

“Kami mengembangkan konsep wisata edukasi budaya melalui replika suasana masa kejayaan Kesultanan Jambi yang dapat dikenalkan kepada anak-anak sejak usia dini sebagai wujud pelestarian kearifan lokal,” ujar Rizal.

Sementara itu, Direktur Utama PT Hilal Vina Jaya, Harja, memastikan kesiapan perusahaan dalam memberikan dukungan konstruksi yang tepat waktu dan sesuai standar untuk mempercepat pembangunan.

Sultan menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya peran adat dalam pembangunan daerah serta peran media sebagai jembatan informasi budaya Melayu.

“Jangan salah berpijak. Budaya Melayu Jambi memiliki nilai sakral yang menjaga kehormatan kita,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *