SAMPANG | Tretan.News — Dinamika internal organisasi Madura Asli Sedarah (MADAS) kembali mencuat . Pasca Dewan Pimpinan Pusat (DPP) MADAS secara resmi mencabut dan memberhentikan Ketua beserta seluruh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Sampang.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor: 031/SK/DPP/MADAS/IV/2026 yang ditetapkan pada 15 April 2026 di Surabaya. Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat adanya evaluasi serius di tubuh organisasi tersebut.
Tak butuh waktu lama, DPP MADAS memastikan akan segera membentuk dan mengukuhkan kepengurusan baru DPC Sampang dengan skala yang lebih besar. Bahkan, seluruh agenda kegiatan organisasi ke depan direncanakan akan dipusatkan di Kota Bahari Sampang.
Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Umum DPP MADAS, Abdul Azis, saat dikonfirmasi awak media, Minggu (18/4/2026).
“Dalam waktu dekat kami akan mengukuhkan pengurus baru secara besar-besaran di Sampang. Persiapan sudah berjalan, bahkan dari 14 kecamatan, 9 di antaranya sudah terbentuk,” ujarnya.
Abdul Azis menegaskan, pencabutan SK bukan keputusan mendadak, melainkan hasil evaluasi panjang. Dalam pertimbangannya, DPP menilai Ketua DPC Sampang sebelumnya telah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta tidak menjalankan instruksi organisasi.
“Sejujurnya kami sudah lama mengetahui persoalan ini, hanya saja saat itu kami menilai belum tepat untuk mengambil langkah. Namun setelah berbagai kejadian, kami anggap sudah cukup sehingga DPP secara resmi memberhentikan pengurus di Sampang,” tegasnya.
Ia juga membantah tudingan yang menyebut MADAS Sedarah mengklaim sepihak keberadaan organisasi di Sampang. Menurutnya, seluruh administrasi dan legalitas telah tercatat jelas di tingkat pusat.

“Semua bukti administrasi ada, mulai dari SK hingga KTA. Bahkan proses pengesahan juga melalui DPP dan mereka hadir saat pengukuhan,” jelas Abdul Azis.
Meski demikian, pihaknya tidak ingin polemik ini berkembang liar di tengah masyarakat. Fokus utama DPP saat ini adalah mempercepat konsolidasi dan pembentukan struktur baru yang dinilai lebih solid dan berkomitmen.
Lebih lanjut, Abdul Azis menegaskan bahwa MADAS Sedarah akan tetap berada di garis perjuangan membela masyarakat kecil, terutama mereka yang dinilai tidak mendapatkan keadilan hukum.
“Kami lebih bangga berdiri bersama rakyat kecil daripada membela oknum yang tidak berpihak kepada mereka,” ujarnya.
Bahkan, dalam waktu dekat, DPP MADAS disebut tengah menyiapkan langkah lanjutan berupa aksi yang lebih besar. Rencana tersebut mencakup pengawalan kasus hingga ke tingkat Pengadilan Tinggi Surabaya, Polda Jawa Timur, hingga membawa persoalan tersebut ke Komisi III DPR RI.
“Mohon doanya, Ketua Umum akan segera menggelar aksi yang lebih besar. Kami ingin memastikan keadilan benar-benar ditegakkan,” tandasnya.
Terpisah Muis saat dikonfirmasi awak media membenarkan akan adanya pengukuhan dalam bulan ini, dirinya menyebutkan bahwa saat ini pihak nya sedang melakukan rapat koordinasi bersama panitia untuk selanjutnya.
“Masih belum selesai rapatnya mas tunggu saja ya, nanti kami diinformasikan lagi,” Pungkasnya.
Berdasarkan informasi yang di terima bahwa rapat digelar di Kecamatan Ketapang bersama pengurus Madas yang akan di kukuhkan.







