GRESIK, tretan.news – Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) MADAS Kabupaten Gresik, Adnan, kembali mengingatkan pentingnya soliditas dan kedisiplinan dalam organisasi.
Arahan ini terdengar klasik, namun tetap relevan terutama ketika kekompakan seringkali hanya terdengar lantang di forum, tapi pelan-pelan menguap di lapangan.
“Tanpa kebersamaan, organisasi hanya sebatas nama. Namun dengan persatuan, kita menjadi kekuatan yang disegani,” ujar Adnan, mengulang prinsip dasar yang kerap disepakati bersama, meski tidak selalu dijalankan bersama.
Dalam arahannya, sejumlah poin kembali ditegaskan: menjaga soliditas, saling menghargai, membangun komunikasi efektif, serta taat pada komando.
Empat hal yang, di atas kertas, terdengar sederhana namun dalam praktiknya sering kali kalah oleh ego, miskomunikasi, dan tafsir “komando” yang berbeda-beda.
Pesan untuk tidak mudah terpecah oleh persoalan kecil pun menjadi sorotan. Sebab, dalam banyak organisasi, hal kecil justru kerap tumbuh menjadi besar terutama jika dibiarkan tanpa komunikasi yang jujur.
“Kita membawa nama besar MADAS. Maka setiap langkah, sikap, dan ucapan harus mencerminkan kehormatan, kebersamaan, dan loyalitas,” tegasnya.
Pernyataan tersebut seolah menjadi pengingat bahwa nama besar organisasi tidak cukup hanya dijaga lewat slogan, tetapi juga lewat sikap sehari-hari—termasuk saat berbeda pendapat.
Adnan juga menegaskan bahwa dengan persatuan, tidak ada target yang mustahil dicapai. Pernyataan yang optimistis, meski publik sering kali menunggu bukti nyata bahwa persatuan tersebut benar-benar hidup, bukan sekadar dikutip ulang dalam setiap pertemuan.
“Mari kita buktikan bahwa MADAS Serumpun DPC Gresik adalah organisasi yang kuat, bersatu, dan bermartabat,” pungkasnya.
Di tengah semangat itu, satu hal yang menjadi catatan: soliditas bukan sekadar kata yang diucapkan, melainkan kerja panjang yang diuji terutama saat situasi tidak lagi nyaman.







