Ketua Senat UIN Madura Apresiasi Pendanaan Riset MoRA dan Pembukaan Prodi S1 Statistika

Berita, Pendidikan166 Dilihat

PAMEKASAN, Tretan.News Ketua Senat UIN Madura, Achmad Muhlis, mengapresiasi tiga tim peneliti yang lolos dan memperoleh pendanaan dalam program MoRA The AIR Funds 2026.

Program tersebut merupakan Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit. Capaian itu menjadi pengalaman pertama UIN Madura dalam memperoleh pendanaan program tersebut.

Achmad Muhlis menyampaikan apresiasi kepada Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Madura beserta seluruh tim dan pihak yang telah berkontribusi terhadap capaian tersebut.

Menurut Achmad Muhlis, keberhasilan tiga tim peneliti itu merupakan hasil kerja akademik melalui ketekunan, kolaborasi, integritas ilmiah, dan keberanian menghadirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ia menyebut riset perguruan tinggi memiliki dimensi epistemologis sekaligus sosial. Pengetahuan akademik, menurutnya, memperoleh makna ketika mampu membaca persoalan secara kritis.

Pengetahuan tersebut juga diharapkan menawarkan pemahaman yang lebih mendalam serta memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan kemanusiaan dan pembangunan.

Karena itu, capaian tiga tim peneliti tersebut diharapkan menjadi energi baru bagi penguatan budaya riset dan tradisi akademik di lingkungan UIN Madura.

Achmad Muhlis juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Madura beserta seluruh tim atas terbitnya izin operasional Program Studi Statistika Program Sarjana.

Izin operasional tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 1027/B/0/2026 tertanggal 14 September 2026.

“Kehadiran program studi tersebut menandai perluasan horizon keilmuan UIN Madura dalam merespons perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat yang semakin bertumpu pada kemampuan membaca serta mengolah data secara kritis dan bertanggung jawab,” ujarnya dalam rilis yang diterima media ini, Rabu (23/9/2026).

“Penguatan riset dan pembukaan program studi baru merupakan bagian dari proses institusionalisasi pengetahuan,” lanjut Guru Besar Sosiologi Pendidikan Islam itu.

Menurut Achmad Muhlis, perguruan tinggi tidak hidup dalam ruang yang terpisah dari perubahan sosial, tetapi berada di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.

Karena itu, kualitas kelembagaan, mutu akademik, produktivitas penelitian, serta relevansi program pendidikan menjadi fondasi penting bagi UIN Madura.

Hal tersebut diperlukan agar UIN Madura mampu menjalankan mandat keilmuannya secara adaptif sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan kebangsaan.

Achmad Muhlis menegaskan setiap capaian kelembagaan perlu dipandang sebagai amanah yang diterjemahkan ke dalam manfaat yang lebih luas.

Menurutnya, prestasi dalam bidang riset dan pengembangan akademik memiliki nilai lebih ketika mampu memperkuat kualitas pendidikan dan memperluas akses terhadap pengetahuan.

Capaian tersebut juga diharapkan meningkatkan kapasitas sivitas akademika serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dengan demikian, keberhasilan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian administratif. Capaian itu menjadi bagian dari perjalanan membangun ekosistem akademik yang produktif dan reflektif.  Ekosistem tersebut juga diharapkan berorientasi pada kemaslahatan.

Atas berbagai capaian tersebut, Achmad Muhlis menyampaikan penghargaan kepada seluruh pimpinan, lembaga, tim peneliti, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi.

Ia berharap momentum tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat pendidikan yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berintegritas.

Achmad Muhlis juga berharap UIN Madura mampu mempertemukan tradisi keilmuan, inovasi, tanggung jawab sosial, dan kemaslahatan umat dalam menghadapi tantangan masa depan. (*)

 

Ketua Senat UIN Madura apresiasi pendanaan riset dan Prodi Statistika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *