PASURUAN, TRETAN.news – Gempol FC dan Beji United harus puas berbagi angka 2-2 dalam lanjutan Grup B Pasuruan Super League (PSL) 2026.
Pertandingan sengit ini berlangsung di Lapangan Satria Muda Ngadimulyo, Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Kamis (10/9/2026).
Beji United sukses menyamakan kedudukan setelah sempat tertinggal dua gol pada paruh pertama jalannya pertandingan.
Drama Empat Gol
Gempol FC membuka keunggulan lebih dulu melalui sundulan terarah Aldi Fuady pada menit ke-14.
Lima menit berselang, Miftahul Husyen menggandakan keunggulan Gempol menjadi 2-0 lewat eksekusi tendangan penalti.
Beji United merespons cepat dengan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 pada menit ke-32.
Geovani mencetak gol balasan usai memanfaatkan transisi cepat menyusul kesalahan lini belakang lawan.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan antarkedua kesebelasan meningkat tajam.
Sejumlah keputusan wasit memicu protes yang berujung pada terhentinya pertandingan sekitar 10 menit.
Pelatih Beji United A. Fauzi bahkan sempat meminta panitia mengganti pengadil lapangan di tengah situasi panas tersebut.
Di tengah tingginya tensi, Gempol FC menarik keluar kiper Faza Ahmad akibat cedera.
Kiper pengganti, Hafidz, masuk dan langsung sukses menepis tembakan keras dari Geovani.
Drama mencapai puncaknya pada menit ke-69 ketika wasit Lutfi menunjuk titik putih.
Wasit memberikan penalti kepada Beji United usai Unais melanggar pemain lawan di area terlarang.
Ceppy Ahmad yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Gol penalti tersebut mengubah skor menjadi imbang 2-2 yang bertahan hingga laga berakhir.
Evaluasi Pelatih
Pelatih Gempol FC Sunardi mengapresiasi penampilan pemainnya, namun menyoroti masalah kontrol emosi di lapangan.
“Pertandingan seru. Anak-anak sebenarnya bagus, tapi kurang fokus. Emosi yang tidak perlu. Kalau dapat bola, harus tetap tenang,” kata Sunardi.
Ia meminta pemainnya untuk selalu menjaga konsentrasi penuh.
“Jangan lengah. Evaluasi kami hanya soal kontrol emosi. Jangan mudah terpancing,” ujarnya.
Sementara itu, Pelatih Beji United A. Fauzi menilai pertandingan berjalan sangat ketat.
“Pertandingan sangat ketat. Gempol juga agresif,” kata Fauzi.
“Anak-anak sempat kaget ketika satu gol dianulir sehingga tegang, tetapi bisa kami redam di babak kedua sampai akhirnya draw,” jelasnya.
Fauzi turut mengapresiasi daya juang dan kualitas pemainnya dalam mengimbangi permainan lawan.
“Cukup melelahkan. Sisa permainan saya kira tidak akan seberat ini. Kami lihat kualitas pemain Gempol bagus lini per lini,” terangnya.
”Dan kami buktikan pemain kita mampu menandingi,” pungkasnya.







