PAMEKASAN, Tretan.News – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPP) Pamekasan menyosialisasikan rencana pembangunan jalan lingkungan, sanitasi, dan perumahan di Kecamatan Proppo, Rabu (7/10/2026).
Sosialisasi dilakukan sebelum program pembangunan dimulai untuk menyelaraskan kebutuhan antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten.
Plt Kepala DPRKPP Pamekasan, Andi Ali Syahbana, mengatakan sosialisasi diperlukan agar pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan.
“Tujuannya adalah sebelum program pembangunan itu dimulai, kita menyosialisasikan kepada kepala desa, kepada kecamatan, supaya pembangunan ini berjalan dengan baik,” ujar Andi.
Andi menjelaskan, besaran anggaran program tersebut masih menunggu perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD).
Karena itu, besaran anggaran pembangunan tersebut belum dapat disampaikan secara rinci.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur akan tersebar di sejumlah desa dan kecamatan di Pamekasan.
“Lokasinya tersebar di beberapa desa dan di beberapa kecamatan. Saya rasa di semua kecamatan ada pembangunan itu,” ungkapnya.
Andi memperkirakan pelaksanaan pembangunan dimulai pada akhir Oktober 2026 dan berlangsung hingga Desember 2026.
Dia menuturkan, sosialisasi juga bertujuan meminimalkan persoalan di lapangan dan memastikan pembangunan tepat sasaran.
Dalam pelaksanaannya, kepala desa turut memiliki kewenangan memantau pembangunan dengan didampingi camat sebagai koordinator wilayah.
Program tersebut tidak lepas dari usulan melalui Musrenbang, hasil reses anggota DPRD, serta prioritas pembangunan yang ditetapkan Bupati Pamekasan.
Untuk pembangunan sanitasi, programnya mencakup drainase, Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), serta Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Sementara pembangunan jalan lingkungan dapat berupa pavingisasi maupun perbaikan dan peningkatan jalan.
Camat Proppo, Dwi Norkholis Ikhwan, mengatakan kondisi jalan lingkungan masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.
“Kalau jalan yang bagus itu masih di jalan poros. Tapi jalan-jalan yang masuk ke jalur desa, jalan desa, jalan lingkungan itu masih banyak yang belum layak atau sudah kurang bagus,” kata Ikhwan.
Menurut Ikhwan, keluhan terkait kondisi infrastruktur tersebut cukup sering disampaikan masyarakat melalui media sosial maupun secara langsung kepadanya.
Dari tiga sektor yang disosialisasikan, Ikhwan menyebut jalan lingkungan menjadi infrastruktur yang paling banyak dikeluhkan masyarakat.
Dia menilai pembangunan infrastruktur sangat penting karena berkaitan dengan perekonomian, transportasi, pendidikan, dan berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Ikhwan berharap pembangunan di Kecamatan Proppo dapat dilakukan secara merata dan tidak hanya terfokus pada satu wilayah.
“Harapan saya untuk kepala desa itu menjadi tahu, sehingga desa yang biasa tidak dapat bantuan akhirnya tahu dan tergerak untuk mengajukan infrastruktur di desanya melalui kecamatan dan DPRKPP sehingga pembangunan di desa itu bisa merata,” pungkasnya. (*)








