Akademisi UT: Industrialisasi Bangkalan Wajib Serap Pekerja Lokal

Berita21 Dilihat

SURABAYA, TRETAN.news – Akademisi Universitas Terbuka (UT) Surabaya, Sucipto, merespons positif rencana relokasi pabrik asal China ke Kabupaten Bangkalan.

​Langkah relokasi ke Kawasan Industri Wiraraja Madura ini berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat.

​Proyek ini menggunakan skema kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP) antara Indonesia dan China.

​Sucipto meyakini kehadiran investasi asing ini akan menciptakan efek ganda (multiplier effect) bagi perekonomian Madura.

​”Keberadaan investasi di Madura pasti akan membawa dampak multiplier effect yang sangat besar,” jelas Sucipto, Senin (6/10/2026).

​Serapan Pekerja Lokal

​Dosen pariwisata asal Sumenep ini mengingatkan pemerintah agar mengawal ketat proses penyerapan tenaga kerja lokal.

​Masyarakat Madura harus memiliki kompetensi yang relevan dengan kualifikasi dan kebutuhan sektor industri.

​”Masyarakat harus mendapatkan dampak langsung. Kompetensi warga setempat harus benar-benar mendukung keberadaan industri,” tegasnya.

​Sucipto mendorong pemerintah segera berdialog dengan tokoh-tokoh sentral masyarakat Madura sejak tahap awal.

​Komunikasi awal ini sangat penting untuk menyamakan persepsi dan mencegah potensi konflik sosial ke depan.

​Cegah Kebocoran Ekonomi

​Selain isu sumber daya manusia, Sucipto turut menyoroti kesiapan infrastruktur pendukung seperti sektor perhotelan di Bangkalan.

​Saat ini banyak lembaga mengadakan kegiatan di Bangkalan tetapi pesertanya justru menginap di wilayah Surabaya.

​”Kondisi ini menciptakan leakage atau kebocoran ekonomi. Potensi perputaran uang justru dinikmati daerah lain,” tuturnya.

​Pemerintah daerah harus segera menarik investor perhotelan agar tamu kawasan industri bisa tinggal lebih lama di Bangkalan.

​Sektor kuliner khas Bangkalan juga memiliki peluang besar untuk tumbuh seiring meningkatnya mobilitas pendatang.

​Meski demikian, Sucipto meminta pemerintah mengatur standar higienitas pelaku usaha kuliner demi persaingan bisnis yang sehat.

​”Kebersihan di setiap rumah makan, terutama yang berbasis olahan bebek, perlu mendapat perhatian khusus,” ujarnya.

​Pemerintah Kabupaten Bangkalan memegang peran utama dalam menangkap peluang industrialisasi ini melalui kajian yang komprehensif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *