SAMPANG | Tretan.news – Kesederhanaan dan ketulusan seorang pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Batoporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, menjadi potret nyata pengabdian kepada masyarakat. Sosok itu adalah Turhan, yang dikenal tak mengenal waktu dalam memberikan pelayanan, bahkan di tengah cuaca yang kurang bersahabat.
Pada Kamis pagi (30/4/2026), saat rintik hujan mulai turun, Turhan tetap menjalankan tugasnya dengan menyambangi salah satu rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Ia mendatangi seorang warga yang tengah sibuk bekerja memfoto bambu di sekitar rumahnya. Di tengah suasana sederhana itu, keduanya larut dalam obrolan santai yang penuh keakraban.
Percakapan ringan tersebut tak sekadar basa-basi. Turhan memanfaatkan momen itu untuk menanyakan perkembangan bantuan yang telah diterima, sekaligus memastikan pemanfaatannya benar-benar sesuai kebutuhan keluarga.
“Pak kerja apa ini? Saya sekalian mendata karena PBI JKN Bapak sudah dinonaktifkan. Selama ini masih menerima bantuan, Pak?” tanya Turhan dengan ramah.
Dengan nada sederhana, warga tersebut mengaku pernah menerima bantuan, namun sejak pandemi Covid-19 berakhir, bantuan itu tidak lagi diterimanya. Ia pun berharap di tengah kondisi ekonomi saat ini, dirinya bisa kembali mendapatkan bantuan.
“Sempat dulu, Pak. Tapi setelah corona itu sudah tidak dapat lagi,” ujarnya.
Mendengar hal tersebut, Turhan langsung sigap melakukan pengecekan data di lapangan. Ia meminta fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan KTP warga tersebut untuk proses verifikasi lebih lanjut, sekaligus berupaya mengusulkan kembali jika memang memenuhi syarat.

“Coba saya bantu cek dulu, Pak. Kalau memang sudah tidak aktif, nanti kita usulkan kembali. Ini masih terkendala jaringan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Turhan juga melakukan verifikasi dan validasi (verval) terhadap status Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) guna memastikan keakuratan data serta membuka peluang bagi warga untuk kembali mendapatkan haknya.
Warga yang dikunjungi pun mengaku senang dengan kehadiran Turhan yang dinilai selalu aktif dan peduli. “Meski hujan, beliau tetap datang. Kami jadi lebih paham bagaimana memanfaatkan bantuan dengan benar,” ungkapnya.
Kehadiran Turhan di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan juga menjadi sahabat sekaligus pendamping yang memberi arahan. Dengan langkah sederhana namun penuh komitmen, ia terus memastikan program PKH berjalan tepat sasaran dan benar-benar membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.







