Dari Lumpur ke Beton, Desa Bajrasokah Disampang Mulai Dikerjakan

SAMPANG | Tretan.news – Pemerintah Desa (Pemdes) Bajrasokah, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang mulai merealisasikan pembangunan infrastruktur berupa rabat beton yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap pertama tahun anggaran 2026. Proyek tersebut berlokasi di Dusun Setran Timur 1 dan kini sudah memasuki tahap pengerjaan.

Pembangunan jalan rabat beton itu memiliki panjang sekitar 195 meter dengan lebar 2,5 meter, dengan total anggaran sebesar Rp196.161.000. Proyek ini menjadi salah satu pembangunan awal yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sampang pada tahun 2026.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Bajrasokah, Rusman Suparjo, melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Hermansyah menjelaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari program prioritas desa yang telah direncanakan sebelumnya.

“Pembangunan ini memang sudah dijadwalkan sejak awal. Setiap dusun memiliki giliran pembangunan, dan tahun ini Dusun Setran Timur 1 yang menjadi prioritas,” ujar Hermansyah.

Ia menambahkan, keberadaan jalan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat, terutama untuk menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari. Akses yang lebih baik diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, baik dalam distribusi hasil pertanian maupun kegiatan lainnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, proses pengerjaan dilakukan secara manual dan mendapat pengawasan ketat dari pihak pemerintah desa. Hermansyah turun langsung ke lapangan untuk memastikan kualitas pembangunan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), termasuk komposisi material yang digunakan.

“Pengawasan kami lakukan secara langsung agar kualitas bangunan benar-benar sesuai standar. Mulai dari campuran bahan hingga teknis pengerjaan harus sesuai RAB,” tegasnya.

Pembangunan ini dimulai segera setelah dana desa dicairkan. Proses pencairan dilakukan pada hari Jumat, kemudian keesokan harinya, Sabtu, pekerjaan langsung dimulai dan terus berjalan hingga saat ini, Kamis (30/4/2026).

Awalnya, proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu 20 hari. Namun, faktor cuaca yang tidak menentu atau musim pancaroba diperkirakan akan memperpanjang waktu pengerjaan hingga sekitar 30 hari.

Meski demikian, metode pengerjaan manual dipilih bukan tanpa alasan. Selain untuk menjaga kualitas, cara ini juga bertujuan memberdayakan masyarakat setempat agar turut terlibat dalam proses pembangunan.

“Kami sengaja menggunakan sistem manual agar lebih banyak warga yang bisa terlibat, baik dalam pekerjaan maupun pengawasan. Ini juga bagian dari pemberdayaan masyarakat,” jelas Hermansyah.

Pemerintah desa berharap, dengan adanya pembangunan rabat beton ini, masyarakat dapat turut menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Ia juga menghimbau jalan tersebut sementara ditutup dalam proses pengeringan, agar masyarakat tidak melewati jalan tersebut agar memilih jalan alternatif lain nya, untuk memastikan jalan itu betul-betul kering.

“Kami berharap masyarakat ikut menjaga. Kalau tidak dirawat bersama, pembangunan ini tidak akan bertahan lama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *