Peringati Hari Tani, Achmad Sudiyono Dorong Petani Jember Dongkrak Produktivitas demi Pasok Program MBG

Berita, Daerah, Tokoh165 Dilihat

JEMBER, Tretan.News – Tokoh masyarakat Jember, H. Achmad Sudiyono, menegaskan pentingnya peran strategis petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional serta menggerakkan perekonomian masyarakat.

Pernyataan tersebut beliau sampaikan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh pada hari Kamis (24/9/2026).

Menurut pria yang akrab disapa H. Achmad tersebut, petani memiliki posisi strategis karena dari tangan merekalah kebutuhan pangan masyarakat luas dipenuhi.

Beliau menilai jerih payah petani di sawah maupun lahan pertanian merupakan bentuk nyata kontribusi terhadap roda kehidupan masyarakat Indonesia.

“Hari Tani Nasional menjadi momentum untuk kita berterima kasih atas jasa dan peran petani bagi Bangsa Indonesia,” ujar H. Achmad.

Oleh karena itu, beliau berharap peringatan tahunan ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan nyata para petani.

Beliau mengajak petani meningkatkan hasil produksi sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan berskala nasional.

“Kita berharap juga para petani bisa meningkatkan produktifitas and kualitas produksi supaya bisa menyukseskan program unggulan Presiden Prabowo seperti MBG,” ungkapnya.

Bupati LIRA Jember ini menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat rasional jika dikaitkan langsung dengan penguatan sektor pertanian lokal.

Kebutuhan pangan dalam program berskala nasional tersebut membutuhkan ketersediaan bahan baku yang memadai, aman, berkualitas, serta berjalan berkelanjutan.

Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut program ini memberikan dampak ekonomi melalui pemberdayaan petani, peternak, serta pelaku UMKM daerah.

Keberadaan kebutuhan pangan yang terukur juga berpotensi besar membuka ruang pasar baru yang sehat bagi seluruh produk pertanian lokal.

Owner SPPG Bintoro Jember ini menambahkan, peningkatan kualitas produksi pertanian dipastikan akan berbanding lurus dengan perbaikan kesejahteraan hidup petani.

“Petani harus terus didorong agar produktivitas dan kualitas hasil pertaniannya meningkat. Dengan begitu, bukan hanya kebutuhan pangan masyarakat yang semakin kuat, tetapi kesejahteraan petani juga dapat ikut meningkat,” katanya.

Menurut H. Achmad, ketahanan pangan tangguh tidak dapat dibangun hanya melalui kebijakan sepihak pemerintah tanpa melibatkan petani sebagai aktor utamanya.

Apalagi, pemerintah melalui BGN berkomitmen terus memperkuat kualitas layanan, keamanan pangan, validitas data, hingga tata kelola program tersebut.

Untuk tahun 2027, lembaga BGN menargetkan program MBG mampu menjangkau hingga 72.464.886 penerima manfaat di seluruh wilayah Indonesia.

“Semoga Hari Tani Nasional menjadi penyemangat bagi seluruh petani untuk terus berkarya. Petani sejahtera, pangan kuat, dan masyarakat juga mendapatkan manfaat,” pungkasnya. (*)

 

Tokoh masyarakat Jember Achmad Sudiyono memberikan pandangan ketahanan pangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *