Pemdes Kepulungan Gelar Wayang Kulit dan Dorong Pendirian Museum Sejarah

Budaya, Daerah131 Dilihat

PASURUAN, TRETAN.news – Pemerintah Desa Kepulungan menggelar pagelaran wayang kulit di kawasan Wisata Air Panas Wong Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/11/2026).

Pentas seni ini memperingati Hari Pahlawan sekaligus Hari Wayang Nasional melalui kerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).

Dalang Ki Yanti Wadeng asal Pasuruan memimpin pertunjukan tersebut dengan membawakan lakon Wahyu Tirto Sewindu di hadapan ratusan warga.

Sejumlah pejabat daerah menghadiri acara ini, termasuk Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Adinda Denisa, jajaran Forkopimcam Gempol, serta tokoh masyarakat.

Melestarikan Sejarah Abad Ke-17

Kepala Desa Kepulungan Didik Hartono menegaskan pagelaran wayang kulit bertujuan mengenalkan warisan masa lalu kepada generasi muda setempat.

Menurut Didik, Desa Kepulungan memiliki rekam jejak panjang dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Pasuruan sejak abad ke-17.

Perjalanan sejarah kawasan ini lekat dengan figur Ki Gede Temenggung Kepulungan atau yang populer sebagai Wong Kepulungan.

“Kepulungan memiliki kekayaan sejarah dan peninggalan budaya yang luar biasa,” kata Didik di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, warga dan peneliti sempat menemukan benda purbakala di desa tersebut, seperti sarkofagus era megalitikum dan artefak kuno.

Kekayaan arkeologi berpadu dengan sumber air panas alami yang kini menjadi modal utama pengembangan desa wisata terpadu.

Wacana Pembangunan Museum Desa

Didik mendorong pemerintah daerah merealisasikan pembangunan museum lokal guna merawat benda cagar budaya sekaligus menjadi sarana edukasi publik.

“Harapan kami, ke depan ada museum yang bisa menjadi pusat edukasi sejarah,” ujar Didik.

Keberadaan ruang penyimpanan resmi dinilai penting agar warisan fisik para leluhur tetap terjaga rapi bagi generasi penerus.

Dukungan DPRD Kabupaten Pasuruan

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Adinda Denisa mengapresiasi pagelaran seni tradisional ini dan menyambut positif gagasan pelestarian tersebut.

Adinda menyarankan pihak desa memulai tahapan penyelamatan artefak melalui pameran budaya temporer sebelum membangun gedung museum permanen.

“Wilayah Gempol, khususnya Kepulungan, memiliki banyak nilai sejarah dan potensi yang luar biasa,” tutur Adinda.

Ia turut mengajak kalangan muda mempromosikan keunggulan sejarah dan potensi wisata daerah melalui platform media sosial.

Adinda menekankan bahwa esensi peringatan Hari Pahlawan menuntut generasi masa kini merawat identitas bangsa lewat pelestarian seni lokal.

“Sekarang tugas kita adalah mengisi dan menjaga kemerdekaan, salah satunya dengan mencintai serta melestarikan budaya,” tegasnya.

Politisi ini juga meminta pemangku kebijakan memberi ruang apresiasi seluas-luasnya bagi pelaku industri kreatif dan seniman lokal Pasuruan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *