HCML Uji Kesiapan Hadapi Krisis di Pasuruan

Berita, Daerah9 Dilihat

PASURUAN, Tretan.news – Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) menguji kesiapan personel dan sistem penanganan keadaan darurat melalui latihan Large-Scale Emergency Exercise (LSE) di Gas Metering Station (GMS), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026).

Latihan berskala besar tersebut melibatkan tim dari kantor HCML di Jakarta, Surabaya, serta fasilitas GMS Pasuruan. Kegiatan ini dirancang untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam merespons situasi krisis yang membutuhkan penanganan cepat, komunikasi efektif, dan koordinasi lintas tim.

Pelaksanaan simulasi melibatkan Emergency Response Team (ERT), Emergency Management Team (EMT), dan Crisis Management Team (CMT). Departemen Health, Safety, Security & Environment (HSSE) HCML memfasilitasi kegiatan tersebut, dengan Oil Spill Response Limited (OSRL) bertindak sebagai pengamat.

Manager HSSE HCML, Soni Widodo, menjelaskan bahwa latihan menggunakan skenario gangguan keamanan di sekitar fasilitas operasional yang berkembang menjadi insiden kebakaran.

“Simulasi ini mengangkat skenario gangguan keamanan di sekitar area fasilitas yang berkembang menjadi insiden keselamatan berupa kebakaran,” tutur Soni.

Dalam skenario tersebut, penanganan dilakukan secara bertahap, dimulai dari ERT di lokasi kejadian, kemudian melibatkan EMT hingga CMT. HCML menegaskan bahwa seluruh rangkaian kejadian tersebut merupakan bagian dari latihan dan bukan insiden nyata.

HCML Uji Kesiapan Hadapi Krisis di Pasuruan

Untuk mendukung pelaksanaan simulasi, HCML terlebih dahulu menggelar sejumlah kegiatan persiapan. Di Jakarta, perusahaan menyelenggarakan pelatihan Incident Management System (IMS) 300 pada 12–13 Oktober 2026, dilanjutkan penyegaran Crisis and Emergency Management (CEM) pada 14 Oktober 2026 bagi personel EMT dan CMT.

Pada tanggal yang sama, HCML juga mengadakan pengarahan pelaksanaan LSE di Pasuruan. Kegiatan tersebut dihadiri tim ERT bersama perwakilan pemadam kebakaran, rumah sakit, kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah.

Selain menguji respons internal perusahaan, latihan ini ditujukan untuk mengevaluasi efektivitas komunikasi, termasuk penyampaian informasi kepada media dan pihak eksternal. Aspek koordinasi antarpemangku kepentingan serta proses pengambilan keputusan dalam menghadapi keadaan darurat berskala besar turut menjadi bagian dari pengujian.

HCML juga melibatkan Pemerintah Desa Semare, Pemerintah Kecamatan Kraton, dan perwakilan SKK Migas Jabanusa dalam rangkaian simulasi tersebut. Setelah latihan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki dalam sistem penanganan keadaan darurat.

Manager Regional Office & Relations HCML, Hamim Tohari, mengatakan bahwa keterlibatan pihak eksternal menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan menghadapi kondisi darurat.

Melalui simulasi ini, HCML ingin memastikan kesiapan perusahaan sekaligus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, regulator, dan organisasi tanggap darurat. Pelibatan berbagai pihak juga diharapkan membuat latihan lebih realistis dalam menggambarkan kebutuhan koordinasi saat menghadapi situasi krisis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *