SUMENEP, Tretan.News – SMK Al-Karimiyyah Sumenep menggelar seminar bertajuk “Transformasi Pelajar Gen-Z di Era Digital: Cakap Digital, Kritis dan Siap Berkarya”. Kegiatan berlangsung di Lab Komputer SMK Al-Karimiyyah, pada Sabtu (5/9/2026), dengan melibatkan para siswa dan dewan guru.
Seminar tersebut membahas kecakapan digital, jurnalistik, literasi, serta pentingnya menghasilkan karya di tengah perkembangan teknologi informasi.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni Moh. Syaiful Bahri, Penyuluh Informasi Publik Komdigi RI. Narasumber lainnya adalah Ach. Zainuddin, Sekretaris Jenderal Nasional PPMI, yang membahas dunia jurnalistik dan literasi.
Kepala SMK Al-Karimiyyah, Fendi Susanto, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan seminar tersebut.
Menurut Fendi, kegiatan itu penting untuk membekali siswa dengan kemampuan yang relevan dengan perkembangan zaman. Ia juga menilai pengalaman narasumber di bidang jurnalistik dan informasi publik dapat mendorong siswa lebih kritis.
“Kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya memberikan wawasan kepada siswa, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk generasi muda yang kritis, kreatif, dan cakap dalam mengolah serta menyampaikan informasi. Kami berharap dari kegiatan ini dapat lahir jurnalis-jurnalis muda yang berintegritas dan mampu berkarya di era digital,” ungkapnya.
Sementara itu, Moh. Syaiful Bahri menekankan pentingnya kecakapan digital bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Menurutnya, kecakapan digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi. Siswa juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, memahami etika bermedia, serta bertanggung jawab terhadap konten.
Ia juga mendorong siswa memanfaatkan ruang digital sebagai tempat belajar, berkreasi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Materi kemudian dilanjutkan Ach. Zainuddin dengan pembahasan mengenai jurnalistik dan pentingnya literasi dalam membangun kemampuan berpikir serta menyampaikan gagasan.
Menurut Zainuddin, jurnalistik dapat menjadi wadah bagi pelajar untuk mengasah keberanian dan kemampuan menulis. Jurnalistik juga dapat mengembangkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar serta kemampuan menyampaikan informasi secara sistematis.
Zainuddin mendorong peserta didik tidak berhenti pada proses belajar, tetapi mulai mengembangkan dan memublikasikan karya. Ia menyebut siswa dapat memanfaatkan berbagai media, baik digital maupun media publikasi lainnya, untuk menyampaikan karya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun budaya membaca dan menulis bagi siapa pun yang ingin berkembang.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan guru Bahasa Indonesia SMK Al-Karimiyyah, Siti Sofa Riskianti. Ia menilai seminar tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk memperluas wawasan sekaligus mengembangkan keterampilan literasi.
“Transformasi menjadi hal yang penting dilakukan oleh generasi pelajar saat ini. Siswa tidak cukup hanya menguasai kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, beradaptasi dengan teknologi, serta berani menghasilkan karya,” tutur Siti Sofa.
Menurut Siti Sofa Riskianti, pembelajaran Bahasa Indonesia berkaitan erat dengan kemampuan literasi, khususnya membaca, menulis, menyampaikan informasi, dan berpikir kritis. Karena itu, seminar jurnalistik dan kecakapan digital dapat menjadi penguatan pembelajaran di luar kelas.
Senada dengan itu, guru Bahasa Inggris SMK Al-Karimiyyah, Dita Nurmaulidia Rizal, menilai transformasi kemampuan siswa penting di tengah perubahan teknologi.
“Kegiatan ini menjadi wadah yang sangat baik bagi siswa untuk mengenal dunia jurnalistik dan literasi digital secara lebih dekat. Tidak hanya mendengarkan materi, siswa juga mendapatkan motivasi untuk berani menulis, berkarya, dan mempublikasikan gagasannya melalui berbagai media,” ujar Dita.
Seminar berlangsung dengan sesi interaksi antara peserta dan narasumber melalui tanya jawab serta diskusi. Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi pemantik bagi siswa SMK Al-Karimiyyah untuk semakin cakap digital, kritis, literat, dan siap berkarya di era digital. (*)








