Pemuda Blumbungan Lulus Kuliah Tanpa Skripsi, Angkat Peran Kiai Kampung Membina Remaja

Berita, Daerah, Pendidikan174 Dilihat

PAMEKASAN, Tretan.News Moh. Rofik, pemuda asal Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, menyelesaikan pendidikan kuliah melalui karya ilmiah tanpa skripsi.

Rofik merupakan mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Madura.

Bersama Imam Sadili, Rofik menulis artikel ilmiah berjudul “Kontribusi Kiai Kampung dalam Penguatan Religiusitas Remaja di Desa Blumbungan.”

Artikel tersebut mengkaji peran kiai kampung dalam membangun dan memperkuat religiusitas remaja di tengah perubahan sosial dan perkembangan zaman.

Penelitian itu menunjukkan kiai kampung tidak hanya berperan sebagai tokoh agama, tetapi juga hadir sebagai pendamping sosial bagi remaja.

Peran tersebut terlihat melalui berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang menjadi ruang interaksi dengan generasi muda. Kegiatan itu meliputi pengajian, aktivitas masjid, tajhizul mayit, serta kegiatan keagamaan lainnya.

Rofik memilih Desa Blumbungan sebagai objek penelitian karena kedekatannya dengan lingkungan masyarakat tempat ia tumbuh.

Kedekatan tersebut menjadi salah satu alasan Rofik mengangkat persoalan di lingkungan masyarakat ke dalam ruang akademik.

“Bagi saya, karya ini bukan sekadar bagian dari proses menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar lebih dekat dengan masyarakat, khususnya tentang bagaimana kiai kampung memiliki peran penting dalam membentuk religiusitas generasi muda,” kata Rofik, Selasa (1/9/2026).

Ia mengatakan latar belakang kehidupannya turut memengaruhi cara pandangnya terhadap pendidikan dan lingkungan sosial.

“Saya berasal dari desa dan tumbuh dalam keluarga sederhana. Karena itu, saya percaya bahwa apa yang kita temukan di lingkungan sekitar juga bisa menjadi sumber ilmu dan gagasan,” ungkapnya.

Menurut Rofik, persoalan yang ada di desa tidak selalu harus dipandang sebagai sesuatu yang sederhana. Lingkungan sekitar, kata dia, dapat menjadi sumber pengetahuan yang dikembangkan melalui penelitian dan karya ilmiah.

“Semoga tulisan sederhana ini dapat memberikan manfaat, khususnya dalam melihat pentingnya peran tokoh agama dalam mendampingi generasi muda di tengah perubahan zaman,” tambah Rofik.

Selain aktivitas akademik, Rofik memiliki pengalaman dalam organisasi. Ia aktif dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Organisasi tersebut menjadi ruang bagi Rofik untuk belajar berdiskusi, berorganisasi, menyampaikan gagasan, serta memahami berbagai persoalan sosial.

Rofik juga aktif di Gen Z Pamekasan dan dipercaya sebagai Kepala Bidang Komunikasi dan Aspirasi Masyarakat. Peran tersebut sejalan dengan latar belakang pendidikannya di bidang Komunikasi dan Penyiaran Islam.

“Saya juga bersyukur atas proses pendidikan dan pengalaman berorganisasi yang telah saya jalani. Semoga ke depan saya bisa terus belajar, berkontribusi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Rofik mengatakan latar belakang kehidupannya turut memengaruhi cara pandangnya terhadap pendidikan dan lingkungan sosial.

Ia berasal dari keluarga sederhana di Desa Blumbungan dan menjalani pendidikan serta pengalaman organisasi selama masa kuliah.

Melalui karya ilmiah tersebut, Rofik mengangkat persoalan di lingkungan tempat tinggalnya ke dalam ruang akademik.

Karya ilmiah tentang kontribusi kiai kampung tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan yang dijalaninya di UIN Madura. (*)

 

Moh Rofik meneliti peran kiai kampung di Desa Blumbungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *