ITS Surabaya Sukses Ubah Sampah Jadi BBM di Desa Randupitu

Berita221 Dilihat

PASURUAN, TRETAN.news – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membawa solusi inovatif penanganan limbah di Kabupaten Pasuruan.

​Tim ITS menguji coba mesin pirolisis pengubah sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM).

​Uji coba ini berlangsung di TPS 3R PEMPES, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Rabu (5/8/2026).

Hasilkan Tiga Jenis BBM

​Mesin inovatif tersebut mampu memproses tumpukan limbah menjadi energi alternatif bernilai ekonomi.

​Proses pembakaran mesin menghasilkan tiga jenis bahan bakar sekaligus.

​Ketiga produk turunan itu meliputi solar, bensin jenis premium, hingga minyak tanah.

​Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat (Abmas) ITS Surabaya.

​Tim kampus menerjunkan dosen, tenaga kependidikan, beserta tujuh mahasiswa Program Studi Kimia.

Solusi Persoalan Lingkungan

​Dosen pembimbing program, Prof. Suprapto, menjelaskan keunggulan teknologi pirolisis tersebut.

Ia menegaskan terobosan ini langsung mengatasi krisis sampah di lingkungan warga.

​”Melalui teknologi pirolisis, sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan dapat diolah menjadi bahan bakar yang bermanfaat,” ujar Prof. Suprapto.

​Ia mendorong masyarakat desa menerapkan dan mengembangkan inovasi ini secara mandiri.

​Langkah tersebut akan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang jauh lebih efektif dan menguntungkan.

Apresiasi Pemerintah Desa

​Kepala Desa Randupitu, M. Fuad, menyambut antusias terobosan teknologi dari kampus negeri tersebut.

​Fuad mengapresiasi ITS yang menjadikan desanya sebagai lokasi pusat pengabdian masyarakat.

​”Kami mengucapkan terima kasih kepada ITS Surabaya atas kepercayaan dan kepeduliannya kepada Desa Randupitu,” kata M. Fuad.

​Ia menilai kehadiran mesin pirolisis menumbuhkan harapan baru bagi warga setempat.

​Warga kini memiliki medium untuk mengubah barang sisa menjadi produk bernilai jual.

​”Kami siap mendukung agar teknologi ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi maupun lingkungan,” tambahnya.

​Fuad berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan warga terus terjalin kukuh.

​Pemerintah desa menargetkan TPS 3R PEMPES berkembang menjadi pusat edukasi dan percontohan pengolahan sampah modern di Pasuruan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *