Carat Bergemuruh, Ribuan Penonton Nikmati Ludruk Budhi Wijaya

Berita, Budaya23 Dilihat

PASURUAN, tretan.news — Pagelaran ludruk “Budhi Wijaya Jombang” dengan lakon Putri Janur Kuning di Dusun Carat, Desa Carat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Sabtu malam (23/5/2026), berlangsung meriah.

Ribuan warga memadati lokasi pertunjukan hingga larut malam untuk menyaksikan hiburan rakyat khas Jawa Timur tersebut.

Antusias masyarakat terlihat sejak awal acara. Penampilan penyanyi cilik asal Desa Carat, Aqila Qisya, yang membawakan lagu campursari populer sukses menghibur penonton sebelum pagelaran utama dimulai.

Suasana semakin semarak saat grup ludruk Budhi Wijaya Jombang tampil di atas panggung. Iringan musik tradisional dan suara sinden membuat penonton larut dalam suasana.

Sejumlah warga tampak ikut bernyanyi dan bergoyang menikmati pertunjukan.

Acara tersebut diprakarsai Anggota DPRD Jawa Timur, Eddy Paripurna. Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, di antaranya Ketua Komisi B DPRD Jatim Anik Maslachah, anggota Komisi B Moch. Aziz, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Arifin dan Muhammad Zaini, serta Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Sadari.

Kepala Desa Carat, Fatoni, mengaku bersyukur melihat tingginya antusiasme masyarakat terhadap pagelaran ludruk tersebut.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Eddy Paripurna yang rutin menghadirkan hiburan rakyat bagi warga.

“Terima kasih kepada Pak Eddy, karena tiap tahun masyarakat diberi hiburan. Biasanya digelar saat 10 November. Saya tadi sempat khawatir tahun ini tidak ada,” ujarnya disambut tawa warga.

Menurut Fatoni, ludruk bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya tradisional agar tetap dikenal generasi muda.

“Mudah-mudahan masyarakat semua terhibur. Ini bagian dari upaya melestarikan budaya leluhur yang wajib kita jaga bersama,” katanya.

Sementara itu, Eddy Paripurna mengapresiasi tingginya minat masyarakat terhadap kesenian ludruk.

Politisi PDIP tersebut menegaskan pentingnya menjaga budaya daerah agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Sebagai warga Jawa Timur, kesenian ludruk adalah budaya bersejarah yang harus kita lestarikan bersama. Saya yakin budaya Jawa Timur akan terus dijaga agar tidak punah,” terangnya.

Ia menilai pertunjukan ludruk tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga mempererat kebersamaan masyarakat dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal.

Menutup sambutannya, Eddy Paripurna menyampaikan pantun yang langsung disambut tepuk tangan penonton.

“Naik delman roda dua, kusirnya tidur ketinggalan. Desa Carat memang jaya, gotong royong gak pernah ditinggalkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *