RCC Asesor Konstruksi Digelar di Surabaya, 18 Peserta Buktikan Kompetensi Mereka

Berita25 Dilihat

SURABAYA, tretan.news — Delapan belas asesor kompetensi duduk berhadapan dengan tumpukan dokumen kinerja mereka sendiri. Bukan untuk dinilai orang lain tetapi untuk membuktikan bahwa mereka masih layak menilai.

Itulah esensi Recognition Current Competency (RCC) yang digelar PT Forjasi Lentera Indonesia bersama LSP Tata Sertifikasi Konstruksi Mandiri, 19–20 Mei 2026, di Hotel Quest Surabaya.

Selama dua hari, para asesor sektor konstruksi itu menjalani proses verifikasi ketat sebagai syarat perpanjangan sertifikat profesi mereka.

“RCC bukan sekadar formalitas. Ini adalah proses quality assurance untuk menjaga kredibilitas sistem sertifikasi nasional memastikan asesor tetap kompeten, independen, dan objektif dalam menjalankan tugas,” kata Rachmatika Ramadhani, Direktur Utama PT Forjasi Lentera Indonesia, saat membuka kegiatan.

Tiga Tahun Sekali, Kompetensi Diuji Ulang

Berdasarkan Pedoman BNSP No. 202/BNSP/III/2014 dan SK Ketua BNSP No. 140/2024, sertifikat asesor kompetensi berlaku tiga tahun.

Untuk memperpanjangnya, seorang asesor tidak cukup sekadar mendaftar ulang, ia wajib membuktikan bahwa kompetensi, kinerja, dan integritas profesionalnya masih aktif dan relevan.

Proses itu tidak dimulai di hotel. Beberapa hari sebelum kegiatan tatap muka, seluruh peserta mengikuti zoom meeting untuk memulai verifikasi dokumen APL01 dan APL02, sekaligus pembagian kelompok skema didampingi langsung oleh Master Asesor BNSP Dwi Mayasari dan Triyogo.

Hasil RCC hanya mengenal dua kemungkinan: Diperpanjang atau Tidak Diperpanjang. Sertifikat yang lolos verifikasi akan berlaku tiga tahun ke depan.

“Hanya asesor dengan sertifikat aktif yang dapat ditugaskan LSP untuk melakukan asesmen resmi BNSP,” tegas Rachmatika. “Mekanisme ini penting untuk menjaga kepercayaan industri dan peserta sertifikasi terhadap hasil asesmen yang dikeluarkan.”

Asesor Andal, Konstruksi Nasional Kuat

Hadir dalam pembukaan, Ketua Umum Forum Lintas Rekanan Pengadaan Barang dan Jasa Konstruksi, R. Mohammad Ali, menegaskan bahwa penguatan kompetensi asesor bukan urusan administratif semata.

“Asesor yang andal adalah kunci untuk menghasilkan tenaga kerja konstruksi yang tersertifikasi dan siap menghadapi tantangan industri,” ujarnya.

Pernyataan itu bukan tanpa konteks. Sektor konstruksi nasional terus menghadapi tekanan kebutuhan tenaga kerja terampil yang terverifikasi terutama dalam proyek-proyek infrastruktur skala besar.

Bila asesor yang bertugas mengeluarkan sertifikasi tidak kompeten atau masa berlaku sertifikatnya kedaluwarsa, dampaknya menjalar ke seluruh rantai sertifikasi: dari pekerja di lapangan hingga kontraktor yang mengajukan dokumen tender.

 

Satu Atap untuk Perizinan Konstruksi

Di luar penyelenggaraan RCC, PT Forjasi Lentera Indonesia juga membuka layanan perizinan profesi dan badan usaha sektor konstruksi secara menyeluruh mulai dari Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi (SKK), SBU, SBUJPTL, sertifikasi ISO seri 9001, 14001, 45001, dan 37001, hingga PBG & SLF, SIO & SILO, serta Sertifikat Kompetensi Listrik SKTTK.

“Kami berkomitmen mempermudah proses perizinan dengan harga kompetitif dan persyaratan yang sesuai regulasi. Tujuannya satu: mendukung peningkatan kompetensi dan daya saing tenaga kerja konstruksi nasional,” jelas Rachmatika.

Kegiatan RCC ditutup dengan harapan seluruh peserta dinyatakan lulus dan dapat melanjutkan perannya sebagai asesor yang kredibel dalam sistem sertifikasi nasional, menjaga mutu dari dalam, agar industri konstruksi Indonesia terus melangkah dengan fondasi yang kokoh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *