Ledakan LPG di Surabaya, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

SURABAYA, tretan.news – Sore itu, suasana di sebuah rumah di kawasan Tambaksari berubah dalam hitungan detik. Ledakan keras memecah keheningan di Jalan Kapas Madya, meninggalkan luka yang tak hanya membekas di tubuh, tetapi juga di ingatan keluarga yang mengalaminya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 31 Maret 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, sebuah keluarga tengah bersiap menggunakan tabung gas LPG 3 kilogram yang baru dibeli. Namun, belum lama setelah pemasangan, tabung tersebut meledak.

Maria Vita, perwakilan keluarga korban, mengungkapkan dugaan awal penyebab insiden tersebut.

“Ledakan ini diduga kuat disebabkan oleh kualitas isi tabung yang tidak sesuai standar operasional dan aman, serta diduga merupakan hasil pengoplosan atau pemalsuan,” ujarnya.

Dampak ledakan itu begitu besar. Dua anggota keluarga mengalami luka bakar serius di hampir seluruh tubuh mereka. Rasa sakit fisik yang diderita beriringan dengan trauma psikologis yang membayangi keluarga.

Tragedi itu juga merenggut satu nyawa. Salah satu korban meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis. Kepergian tersebut meninggalkan duka mendalam yang sulit diurai dengan kata-kata.

Bagi keluarga, peristiwa ini bukan sekadar musibah, melainkan juga persoalan keadilan. Mereka menilai ada dugaan kelalaian serius dalam peredaran tabung gas yang tidak memenuhi standar keamanan.

Langkah hukum pun ditempuh. Pada Selasa, 5 Mei 2026, sekitar pukul 18.00 WIB, Maria Vita melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Surabaya.

Laporan tersebut telah diterima dengan nomor registrasi STTLPM/550/V/2026/SPKT/POLRESTABES SURABAYA.

Dalam laporannya, keluarga menegaskan pentingnya perlindungan terhadap keselamatan masyarakat. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat mengusut kasus ini secara profesional dan transparan.

“Kami berharap keadilan ditegakkan, dan pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Maria.

Lebih jauh, keluarga berharap tragedi ini menjadi peringatan bagi semua pihak, khususnya terkait pengawasan distribusi barang yang menyangkut keselamatan publik. Mereka tidak ingin kejadian serupa terulang dan menimpa keluarga lain.

Di balik laporan yang kini bergulir, tersimpan harapan sederhana: agar kehilangan yang mereka alami tidak sia-sia, dan menjadi titik awal perbaikan bagi sistem yang seharusnya melindungi setiap nyawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *