Kajari Sampang Datang, Harapan Itu Pun Tumbuh, Membawa Harapan kepada Nenek Sebatang Kara

Berita, Sosial134 Dilihat

SAMPANG | Tretan.news – Di sudut sunyi Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan, kehidupan seorang nenek renta bernama Saedeh (76) berjalan dalam kesederhanaan yang nyaris tak tersentuh perhatian. Di usianya yang senja, ia menjalani hari-hari seorang diri di rumah yang jauh dari kata layak, tanpa fasilitas dasar yang memadai.

Kisah serupa juga dialami Marfuah (66), warga Dusun Pliang, RT 4/RW 2, Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang. Hidup sebatang kara dengan kondisi ekonomi yang terbatas, membuat kebutuhan dasar seperti MCK (mandi, cuci, kakus) menjadi sesuatu yang sulit terpenuhi.

Namun, secercah harapan hadir pada Rabu sore (29/4/2026). Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sampang, Mochamad Iqbal, turun langsung menyambangi kedua lansia tersebut. Kunjungan itu bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Dengan langkah sederhana namun penuh makna, Kajari Sampang menyerahkan bantuan sekaligus melihat langsung kondisi tempat tinggal kedua nenek tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan bhakti sosial ini merupakan panggilan hati, bukan sekadar tugas institusi.

“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa hadir langsung dan sedikit meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” ujar Mochamad Iqbal di sela kunjungannya.

Kehadiran Kajari Sampang tersebut turut didampingi Ketua Aliansi Wartawan Sampang (AWAS), Achmad Jumaadi, yang akrab disapa Cak Jum. Ia mengaku terharu melihat respon cepat dari Kajari yang tergerak setelah membaca pemberitaan media terkait kondisi warga kurang mampu.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara media dan pemerintah bisa menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat.

“Semoga kepedulian ini membawa keberkahan dan kesehatan bagi beliau. Ini contoh nyata pemimpin yang hadir bukan hanya di kantor, tapi juga di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Cak Jum menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak dari kedua lansia tersebut adalah pembangunan fasilitas MCK. Ia berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti agar kebutuhan dasar itu dapat terpenuhi.

“Dari hasil peninjauan, kebutuhan utama adalah MCK. Kami berharap ini segera direalisasikan agar mereka bisa hidup lebih layak,” pungkasnya.

Kisah Saedeh dan Marfuah menjadi pengingat bahwa di balik hiruk pikuk pembangunan, masih ada warga yang menanti uluran tangan. Dan di hari itu, setidaknya harapan mulai menemukan jalannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *