Taksi Listrik Mogok di Rel Diduga Picu Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur

Berita64 Dilihat

Bekasi, Tretan.News – Fakta baru terungkap dalam kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Sebuah taksi listrik berwarna hijau yang mogok di tengah rel diduga menjadi pemicu awal rangkaian tabrakan antara KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek.

Informasi tersebut disampaikan oleh saksi mata di lokasi kejadian, salah satunya pengemudi ojek online bernama Dinti. Ia menyebut kendaraan listrik tersebut telah berhenti cukup lama di atas rel sebelum insiden terjadi.

Menurut Dinti, taksi listrik itu tidak dapat dipindahkan meskipun sempat dibantu oleh warga sekitar. Ia menjelaskan bahwa kendaraan dalam kondisi terkunci sehingga roda tidak dapat digerakkan.

“Tadi yang saksi mata bilang, taksi itu mogok sudah lama, tapi tidak ada yang berhasil bantu dorong. Itu taksi listrik, jadi tidak bisa didorong karena mobilnya ngunci,” ujar Dinti di lokasi kejadian pada Selasa, 28 April 2026.

Ia menambahkan bahwa sistem penguncian kendaraan membuat roda tidak dapat bergerak bebas. Kondisi tersebut membuat upaya evakuasi kendaraan dari lintasan rel menjadi gagal.

KRL Hantam Taksi Listrik hingga Terseret 100 Meter

Tak lama setelah kendaraan mogok di atas rel, rangkaian KRL Commuter Line dari arah Cikarang menuju Jakarta melintas di jalur tersebut. KRL kemudian menabrak taksi listrik yang masih berada di atas rel.

Benturan itu menyebabkan kendaraan terseret hingga sekitar 100 meter dari titik awal tabrakan. Meski demikian, saksi menyebut kecepatan kereta saat kejadian tidak terlalu tinggi.

Dinti memastikan tidak ada korban dari dalam kendaraan karena sopir telah keluar sebelum tabrakan terjadi. Ia menyebut pengemudi sempat mencoba memindahkan kendaraan sebelum akhirnya menjauh dari lokasi demi keselamatan.

“Selamat semua, sopirnya sudah di luar. Tidak ada penumpang, hanya sopir saja,” katanya.

Tabrakan Kedua Libatkan Kereta Argo Bromo Anggrek

Insiden tabrakan pertama dengan taksi listrik diduga menjadi awal rangkaian kecelakaan yang lebih besar. Setelah KRL berhenti akibat benturan tersebut, kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang melintas dari arah belakang kemudian menabrak rangkaian KRL.

Benturan kedua inilah yang menyebabkan kerusakan parah pada beberapa gerbong, terutama gerbong khusus wanita. Dampak kerusakan terlihat signifikan pada bagian rangkaian yang berada di titik tabrakan.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Fokus investigasi mencakup evaluasi sistem keamanan perlintasan rel serta prosedur penanganan kendaraan mogok di jalur kereta.

Evaluasi Sistem Keamanan Perlintasan

Peristiwa kecelakaan ini menjadi pengingat penting mengenai risiko kendaraan mogok di jalur rel. Gangguan teknis kendaraan di area perlintasan dinilai dapat berujung fatal jika tidak segera ditangani secara cepat dan tepat.

Pihak berwenang juga diharapkan mengevaluasi sistem respons darurat ketika kendaraan berhenti di jalur rel, termasuk koordinasi antara petugas lapangan dan operator kereta.

Kasus kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut, sementara masyarakat diimbau untuk selalu memastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum melintas di area perlintasan kereta api.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *