Dugaan Anak Kepala Daerah Terlibat Pengaturan Proyek? KPK Bidik Jember dan Malang.

Berita, Hukum, Investigasi474 Dilihat

MALANG, Tretan.News – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali bergerak aktif di Jawa Timur pada awal April 2026. Berdasarkan informasi terbaru, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, pada Jumat, 10 April 2026, bersama sejumlah pihak.

Selain itu, lembaga antirasuah ini juga menyoroti adanya indikasi nepotisme yang berada di wilayah Jawa Timur khususnya Malang,

Dalam kutipan dari infojatim.co.id menjelaskan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) saat konferensi pers resmi nya pada Sabtu (11/4/2026) menghimbau dengan tegas agar masyarakat berperan aktif untuk melaporkan indikasi korupsi yang melibatkan kepala daerah.

Bahkan kpk juga menyebut wilayah sekitar Tulungagung khususnya Jember dan malang perlu perhatian ekstra terkait pengawasan anggaran.

Mirisnya lagi muncul pernyataan kritis mengenai keterlibatan anak kepala daerah dalam pengaturan berbagi proyek pemerintah daerah dalam kutipan infojatim.co.id.

Sementara itu, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK RI Asep Guntur Rahayu menjelaskan, bahwa KPK akan melakukan pengawasan ketat hingga penindakan di wilayah sekitar Tulungagung jika ditemukan bukti pelanggaran.

“Dengan terungkapnya kasus ini, diharapkan daerah-daerah di sekitar Tulungagung bisa berbenah,” katanya, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal resmi YouTube KPK RI.

Untuk itu, lanjut Asep, dengan momentum OTT ini harus menjadi peringatan bagi pemerintah daerah lain agar menjalankan tata kelola anggaran secara transparan dan akuntabel, serta menjaga integritas dalam pelaksanaan efisiensi anggaran yang tengah berjalan tahun ini.

“Kebijakan itu tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Setiap rupiah dalam anggaran harus digunakan untuk kepentingan rakyat dan tidak boleh dikorupsi,” jelasnya.

Lebih lanjut, tambah Asep, KPK memastikan akan terus memantau perkembangan di berbagai daerah, termasuk wilayah yang disebut dalam konferensi pers, sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Kami terus melakukan pemantauan di berbagai daerah di sekitar Tulungagung,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *