TRETAN.news – Di balik kokohnya bentang Jembatan Suramadu, terselip kisah yang mengusik rasa aman publik. Jembatan yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan itu ternyata diduga menjadi sasaran aksi pencurian yang berlangsung berulang—diam-diam, namun berdampak besar.
Aparat mengungkap dugaan aksi nekat yang melibatkan tujuh orang pelaku. Mereka disebut-sebut telah berulang kali mencopot komponen logam dari bagian tiang pancang jembatan.
Dalam catatan sementara, aksi itu tidak terjadi sekali dua kali, melainkan hingga puluhan kali, dengan total material yang diambil mencapai lebih dari 120 kilogram.
Material tersebut bukan sembarang besi. Ia merupakan bagian dari elemen konstruksi yang berfungsi menunjang kekuatan struktur.
Setelah dicopot, besi-besi itu kemudian dijual dengan nilai yang disebut mencapai puluhan juta rupiah per potongan.
“Jika dibiarkan, ini bukan sekadar pencurian. Ada potensi ancaman terhadap keselamatan pengguna jalan,” ujar salah satu sumber yang terlibat dalam penanganan kasus tersebut.
Kasus ini memantik kekhawatiran publik. Bukan hanya karena nilai kerugian negara, tetapi juga karena potensi risiko yang dapat ditimbulkan.
Infrastruktur sebesar Suramadu dirancang dengan perhitungan teknis yang ketat; pengurangan komponen, sekecil apa pun, dapat berdampak pada daya tahan jangka panjang.
Lebih jauh, dugaan bahwa aksi ini dilakukan secara berulang menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan.
Bagaimana aktivitas pencopotan material pada objek vital bisa luput dari perhatian dalam waktu yang tidak singkat?
Pihak berwenang kini tengah mendalami kasus tersebut. Para terduga pelaku telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
Sementara itu, pengelola dan aparat terkait diharapkan memperketat sistem pengamanan, guna mencegah kejadian serupa terulang.
Di tengah derasnya arus kendaraan yang melintas setiap hari, publik tentu berharap satu hal sederhana, rasa aman.
Sebab jembatan bukan sekadar penghubung dua wilayah, melainkan juga penopang kepercayaan masyarakat terhadap keamanan infrastruktur yang mereka gunakan.







