Peneliti Rismon Sianipar Minta Maaf soal Polemik Ijazah Jokowi

Berita, Hukum, Peristiwa30 Dilihat

JAKARTA, tretan.news – Peneliti Rismon Hasiholan Sianipar menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah mengakui adanya kekeliruan dalam penelitian yang sebelumnya ia publikasikan terkait dugaan keaslian ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.

Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui pernyataan yang ditayangkan di kanal YouTube Balige Academy pada Kamis (12/3/2026).

Dalam pernyataannya, Rismon mengatakan telah melakukan kajian ulang terhadap analisis yang sebelumnya dimuat dalam bukunya berjudul Jokowi’s White Paper.

Menurutnya, evaluasi ulang dilakukan selama beberapa bulan dengan meninjau kembali sejumlah variabel teknis dalam analisis dokumen digital.

Beberapa aspek yang dikaji ulang antara lain elemen geometri dokumen, seperti translasi, rotasi, serta pencahayaan dalam proses pengolahan citra.

Hasil kajian terbaru tersebut menunjukkan adanya watermark pada dokumen ijazah Presiden yang sebelumnya menjadi bahan perdebatan.

“Saya sebagai peneliti menyampaikan permintaan maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi atas temuan baru yang saya umumkan,” ujar Rismon dalam pernyataannya.

Sebelumnya, polemik mengenai ijazah Presiden mencuat setelah Rismon mempublikasikan analisis yang mempertanyakan keaslian dokumen tersebut. Pernyataan itu kemudian memicu perdebatan luas di ruang publik dan media sosial.

Sementara itu, proses hukum terkait kasus tersebut masih berjalan. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyatakan bahwa Rismon telah mengajukan permohonan penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice.

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa penyidik saat ini sedang memfasilitasi permohonan tersebut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *