SAMPANG | Tretan.News – Dalam rangka memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik serta perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Kepolisian Resor Sampang menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 di Lapangan Mapolres Sampang, Rabu (11/03/2026) sore.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sampang AKBP Hartono, S.Pd., M.M., dan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sampang, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai instansi mitra seperti Pertamina, Jasa Raharja, Orari, Senkom, Tagana dan Pramuka Saka Bhayangkara.
Apel kesiapan tersebut juga melibatkan ratusan personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, Damkar serta relawan dari sejumlah organisasi kemasyarakatan.
Dalam amanatnya, Kapolres Sampang membacakan pesan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Ia menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan langkah untuk memastikan seluruh personel, peralatan serta sarana pendukung pengamanan benar-benar siap sebelum Operasi Ketupat dilaksanakan.
Menurut Kapolri, pengamanan Lebaran tahun ini dilaksanakan di tengah dinamika global yang cukup kompleks, salah satunya konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada stabilitas ekonomi dunia, termasuk harga energi.
“Pemerintah saat ini terus melakukan langkah-langkah strategis melalui diplomasi internasional dan pemberian subsidi energi guna menjaga stabilitas ekonomi serta daya beli masyarakat. Stok BBM maupun LPG secara nasional juga dipastikan aman sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan,” kata AKBP Hartono saat menyampaikan amanat Kapolri.
Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Secara nasional, kegiatan ini melibatkan lebih dari 161 ribu personel gabungan yang akan ditempatkan di berbagai titik pengamanan dan pelayanan masyarakat.

Selain menjaga situasi keamanan, jajaran kepolisian juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat yang diprediksi BMKG berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa selama masa arus mudik.
Dari hasil pemetaan kerawanan, beberapa potensi gangguan yang perlu diantisipasi antara lain tindak kriminalitas konvensional, aksi premanisme, balap liar hingga konflik antar kelompok. Oleh sebab itu, patroli rutin akan terus digencarkan, khususnya pada waktu dan lokasi yang dianggap rawan.
Sementara itu, kepada awak media usai kegiatan apel, Kapolres Sampang menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sebanyak 271 personel gabungan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah Kabupaten Sampang.
“Personel tersebut berasal dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, mitra kamtibmas serta pramuka yang akan bersama-sama menjaga keamanan selama masa mudik hingga perayaan Idul Fitri,” ungkap AKBP Hartono.
Selain itu, Polres Sampang juga akan menempatkan personel patroli yang bertugas menjaga situasi keamanan selama 24 jam penuh sepanjang masa operasi.
Untuk menunjang pelaksanaan pengamanan, kepolisian juga telah mendirikan lima pos operasi yang terdiri dari tiga pos pengamanan, satu pos pelayanan serta satu pos terpadu yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.
Kapolres menambahkan bahwa pengamanan akan difokuskan pada lokasi yang diprediksi menjadi pusat keramaian masyarakat selama Lebaran, seperti tempat ibadah, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, kawasan wisata serta terminal.
Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing selama momen Lebaran.
“Peran serta masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi tetap kondusif. Apabila menemukan adanya gangguan kamtibmas, segera laporkan melalui layanan kepolisian di nomor 110,” pungkasnya.






